Ikhtiarkan Sekolah Unggul, Dikdasmen Muhammadiyah Sidoarjo Up Grade Guru dan Karyawan

0
437
Superteam: Sekolah unggul akan terwujud jika semua stakeholder bergandengan tangan.(Foto:Istimewa)

KLIKMU.CO – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Menuju Sekolah Unggul dengan Layanan Prima diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo. Kegiatan tersebut belangsung selama dua hari, Kamis-Sabtu (9-10/3) di Trawas, Mojokerto.

Sebanyak 241 peserta yang terdiri atas guru, karyawan, dan kepala sekolah ikut dalam agenda tersebut.

Menurut Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Sidoarjo, Sjakroni, bahwa kegiatan tersebut merupakan jawaban akan keseriusan Dikdasmen dalam meningkatkan kompetensi pegawai di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Selain itu, katanya, kegiatan itu dapat membantu guru dan karyawan meningkatkan dan mengembangkan diri dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Sjakroni, mengatakan, Diklat kali ini telah menghadirkan pemateri yang kompeten dengan 5 materi pilihan. Akan tetapi berfokus pada dua keunggulan AUM, yakni keunggulan profesionalitas dan karakter mulia, yang kemudian di wujudkan dalam bentuk Pelayanan Prima.

Dr. Bagus Aniputra yang memberi materi komunikasi menyampaikan tips komunikasi yang baik. Misalnya, cara mendengar aktif dalam berkomunikasi yaitu, adanya kontak mata, keterlibatan empati, ekspresi wajah, gerak tubuh, mengajukan pertanyaan yang relevan dengan pembicaraan, dan menghindari interupsi saat mendengarkan lawan bicara menjadi modal untuk berlangsungnya komunikasi yang baik.

Sementara Dr. Biyanto Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) mengingatkan peserta bahwa terdapat 4 pilar membangun sekolah unggul Muhammadiyah yaitu berfokus pada pelanggan, sekolah punya harapan yang tinggi, adanya keterlibatan tri pusat pendidikan serta adanya penilaian dan umpan balik terhadap pelayanan sekolah.

“Egaliterisme berlaku di Muhammadiyah. Persyarikatan tidak mengenal darah biru, perbedaan suku dan latar belakang primordial lainya. Kepemimpina kolektif kolegial dalam mengelola AUM menjadikan kepemimpinan tidak bertumpu pada figur. Justru, organisasi digerakkan berbasis sistem/peraturan. Hal ini menjadi modal menjadi sekolah unggul dan jadikanlah sekolah Muhammadiyah menjadi media dakwah,” tandas Biyanto.

Dia menegaskan, memiliki kepribadian baik dan berintegritas serta mampu menjaganya sangat penting dimiliki guru dan karyawan yang bekerja di AUM.

Diwaktu terpisah, Wakil Ketua PWM Nadjib Hamid, M.Si mengisi nateri bertema Integritas Muhammadiyah.

“Sapapun yang memiliki integritas banyak untungnya,” kata Najib.

Bagi dia, seorang kader harus selalu bergerak dan produktif membesarkan Muhammadiyah.

“Jangan hanya memilih aktif di AUM yang mengalir mata air tapi menghindari AUM yang ber-air mata,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda, dua narasumber Pahri dan Aunur Rofiq mempunyai pandangan sama. Bahwa, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan menjadi kunci sukses sekolah. Juga kedisiplinan.

Muhammad Khoiron peserta dari SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo, mewakili peserta menyatakan, bahwa diklat kali itu sangat bagus.

“Pelatihan ini sangat diperlukan untuk mengupgrade kemampuan guru dan karyawan menghadapi tantangan pendidikan jaman now, supaya tidak terlena,” pungkasnya. (Enik/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here