Imbauan Dakwah Ramadan di TV: Dai Kompeten, Kredibel, Tidak Terkait Ormas Terlarang

0
75
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis dalam acara Halaqah Program Tayangan Ramadan 1442 H/2021, Rabu (10/3/2021). (Istimewa)

KLIKMU.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak lembaga penyiaran menghadirkan tayangan Ramadan tidak hanya sebagai tontonan, namun juga tuntunan.

Pasalnya, menurut MUI, beberapa tahun belakangan tayangan Ramadan di televisi yang bermuatan ceramah semakin dibutuhkan dari sisi isi. Bukan semata tampilan atau gaya penceramahnya.

“Belakangan ini, model ceramah yang diminati masyarakat kembali pada model isi (kualitas). Masyarakat sekarang ini ingin menjadikan tuntunan daripada tontonan,” Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M. Cholil Nafis dalam acara Halaqah Program Tayangan Ramadan 1442 H/ 2021 bersama insan pertelevisian bersama KPI secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Demi menghadirkan tontonan yang bisa menjadi tuntunan itu, dia berharap lembaga penyiaran bisa mengonsultasikan terlebih dahulu ke MUI sehingga kualitasnya bisa terjaga.

“Sebab, kualitas itulah yang saat ini lebih dibutuhkan masyarakat,” tegas Cholil.

Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo merespons keinginan MUI tersebut. Untuk menjadikan tayangan Ramadan tidak hanya sebagai tontonan, KPI bakal mengeluarkan surat edaran sebagai pedoman bagi lembaga penyiaran. Surat ini sekaligus bisa menjadi pedoman penilaian Anugerah Syiar Ramadhan.

“Surat edaran yang kami sampaikan ini, selain sebagai pengingat dan dasar penyusunan peraturan siaran Ramadhan, juga berkaitan dengan adanya Anugerah Syiar Ramadhan yang pelaksanaannya mungkin pada awal Juni 2021,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, melalui surat edaran tersebut, KPI akan meminta lembaga penyiaran menjalankan beberapa poin. Salah satu poin dalam surat edaran tersebut adalah mengutamakan penggunaan dai/pendakwah kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang sebagaimana telah dinyatakan oleh hukum di Indonesia.

“Serta sesuai dengan standar MUI dan dalam penyampaian materinya senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila dan keindonesiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Media Watch dan Literasi Infokom MUI Gun Gun Hariyanto menyampaikan, ajakan menghadirkan tuntunan di dalam tontonan Ramadan ini tidak lain adalah untuk menghadirkan suasana suana kondusif selama bulan suci puasa.

“Bagaimanapun, selama sebulan penuh, ibadah puasa menjadi ritual yang tentu harus dihormati. Maka, perlu suasana yang kondusif, diperlukan ikhtiar seperti dari KPI, MUI, maupun lembaga penyiaran,” ujarnya.

“Mudah-mudahan selama Ramadan tahun ini kita bisa saling berkolaborasi karena lembaga yang banyak sekali jumlahnya dengan segmen berbeda dan konten tentunya beragam,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here