IMM Kecam Kekerasan Aparat terhadap Warga di Desa Wadas

0
223
Foto petugas bersitegang dengan warga penolak tambang untuk proyek Bendungan Bener di Desa Wadas. (Antara)

KLIKMU.CO – Aparat kembali bertindak sewenang-wenang dalam agenda sosialisasi tambang Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (23/4/2021). Sejumlah anggota kepolisian  dan TNI kembali bersitegang degan massa yang menolak tambang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya mengecam tindakan aparat, kepolisian dan TNI, atas tindakan sewenang-wenangnya kepada warga penolak tambang. “Situasi negara hari ini masih dalam transisi pemulihan Covid 19, tetapi kita kembali diperlihatkan suatu tindakan kekerasan mengatasnamakan pengamanan negara yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian dan TNI,” kata Roni Versal, sekretaris Bidang Hikmah PC IMM Malang Raya, kepada Klikmu.co, Sabtu (24/4/2021).

Kondisi yang terjadi pada masyarakat di Desa Wadas Dalam, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bagi mereka, adalah bentuk tindakan kekerasan yang dilegalkan.

Padahal, seharusnya kedua institusi tersebut menghormati, melindungi, melayani, dan mangayomi serta menjalankan penerapan HAM dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian sesuai Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2009 dan Undang-Undang No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia yang menugaskan TNI untuk menjaga wilayah kemanan negara dan tidak terlibat dalam wilayah sipil.

“Maka dari itu, kami dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malang Raya menyatakan sikap secara tegas,” ujarnya.

Di antaranya, mereka meminta aparat untuk menghentikan segala tindakan represif terhadap masyarakat yang menolak penambangan sumber daya alam untuk pembangunan proyek Bendungan Bener.

Lalu, menghentikan segala upaya kriminalisasi dan membebaskan 12 warga Wadas dan pendamping hukum yang ditangkap dengan tuduhan tidak berdasar. “Kami juga meminta TNI untuk tidak terlibat didalam wilayah sipil,” tegasnya.

IMM lantas mendesak Kapolri untuk menindak tegas oknum aparat yang melakukan kekerasan yang tidak mencerminkan kemanusian. “Juga meminta kepada pihak yang terlibat dalam kekerasan masyarakat untuk tunduk dan patuh terhadap prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia,” tegas Roni. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here