IMM Surabaya Gelar Aksi Solidaritas Tewasnya Randy, Inilah 6 Pernyataan Sikapnya

0
198
Kader IMM mengadakan aksi solidaritas menyalakan lilin di Surabaya.

KLIKMU.CO – Kasus penembakan yang dialami salah seorang mahasiswa Universitas Halu
Oleo, Kendari, Immawan Randy, yang berujung tewas saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memantik gelombang protes banyak pihak.

Randy yang
disebut sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tewas tertembak peluru tajam milik
aparat kepolisian. Selain Randy, ada juga aktivis lain yang meninggal akibat tindakan represif
aparat kepolisian.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya M.M. Firdaus Su’udi meminta
kapolri untuk menginvestigasi langsung dan mengusut tuntas kasus Randy. “Mengingat dan mencermati penanganan peserta aksi oleh kepolisian sudah mengarah pada
tindakan brutal dengan melakukan penembakan dengan peluru tajam yang berujung
tewas,” ujarnya.

Dalam pandangan Firdaus, tindakan brutal aparat kepolisian terhadap mahasiswa sangat bertentangan dengan
Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi
manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian RI dan Perkapolri Nomor 16 tahun 2006
tentang Pengendalian massa.

Sementara tadi malam (30/9) IMM Kota Surabaya menggelar agenda malam berkabung dan
aksi solidaritas untuk aktivis yang meninggal dunia dalam memperjuangkan suara rakyat.
Serentetan acara tersebuat berupa bagi-bagi bunga mawar, musikalisasi puisi, orasi duka,
dan teatrikal.

Acara tersebut dimulai pukul
18.00 WIB di Monumen Perjuangan Polri. Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah
mendesak polisi harus berubah, karena dari tahun ke tahun perlakuan represif aparat selalu
terjadi di setiap aksi demonstrasi mahasiswa maupun masyarakat sipil.

Maka, kami IMM Kota
Surabaya menyatakan sikap:

1. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk berubah dan melakukan
pengamanan aksi dengan cara-cara yang persuasif tanpa kekerasan dan tindakan
represif.

2. Mengecam tindakan kekerasan penganiayaan, pengeroyokan, bahkan tindakan
kesewenang-wenangan, sebagaimana Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang
Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas
Kepolsian RI dan Perkapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa.

3. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas pelaku
penembakan aktivis di Kendari beberapa waktu lalu.

4. Menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan jurnalis.

5. Mendesak presiden untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah (perppu) untuk
membatalkan UU KPK yang kontroversial dan syarat dengan upaya pelemahan KPK
serta sudah banyak ditolak oleh berbagai aktivis, akademisi, dan pegiat antikorupsi
di berbagai daerah di Indonesia.

6. Mengajak seluruh kader beserta mahasiswa se-Indonesia bersatu padu secara
bersama-sama untuk merapatkan barisan dalam menyuarakan aspirasi perjuangan
rakyat. (Nurulita/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here