IMM Raushan Fikr Terbitkan Buku Puisi Paragraf Ikatan

0
108
Foto istimewa

KLIKMU.CO – Pandemi tak menghalangi untuk melahirkan prestasi. Pimpinan Komisariat IMM Raushan Fikr Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM menerbitkan antologi puisi. Buku tersebut diberi judul “Paragraf Ikatan: Sebuah Persembahan untuk Perisai Pena Berlapis Tiga”. Buku tersebut telah selesai memasuki masa preorder (PO) pertama 20 Maret dan kini sudah masuk PO kedua hingga 8 April mendatang.

Titah, salah satu koordinator, mengatakan bahwa “Paragraf Ikatan” adalah antologi puisi pertama karya kader-kader yang diterbitkan oleh Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) IMM Raushan Fikr. Ini sebagai bentuk perjuangan.

Buku berjudul “Paragraf Ikatan” ini merupakan hasil perpaduan antara 27 penyair dengan 2 seniman yang mampu menambah sisi keindahan. Gaya penulisan dan kepekaan rasa yang bervariasi pun, kata dia, seolah menyempurnakan proses olah kata yang tercipta. Tidak hanya itu, buku ini juga sudah dilengkapi dengan tanda tangan para penyair dan seniman pada halaman belakang.

“Lalu, pada bagian belakang cover juga terdapat beberapa testimoni yang menyemarakkan lahirnya buku antologi pertama kali ini. Untuk harga, PO periode pertama seharga Ro 50 ribu. “Sedangkan PO kedua nanti jadi Rp 55 ribu,” ujarnya.

Sambutan hangat pun datang dari Rektor UMM Dr Fauzan MPd. “Puisi yang baik adalah puisi yang mampu membangkitkan daya kontemplasi tinggi dalam pencarian kebenaran yang dibangun oleh penciptanya,” kata Fauzan.

“Antologi puisi ini menyuguhkan pengalaman penulis yang menuntut pembaca berkontemplasi untuk bersama-sama berada dalam titik silaturahmi pada makna yang disepakati,” lanjut pria yang juga alumni IMM Raushan Fikr tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum IMM Komisariat Raushan Fikr Setiawan Akbar Bakhruddin menambahkan, buku kumpulan puisi ini berisi tulisan-tulisan refleksi dari semangat perkaderan. “Mengutip beberapa judul (di dalamnya, red), buku ini berisi renungan kader yang mengingatkan kembali bahwa ikatanku (IMM-ku) adalah komitmenku,” ujarnya.

“Buku yang asyik dibaca sembari mengingat semangat-semangat perjuangan,” lanjut laki-laki asli Malang tersebut.

Ketua Umum IMM Malang Raya Ode Rizki Prabtama menuturkan, setelah membaca karya sastra tersebut, bait-bait puisi di dalamnya membangkitkan semangat untuk terus belajar, beramal, dan berjuang di jalan Persyarikatan. “Aktivis IMM harus terus berkarya. Kader IMM harus terus produktif. Semoga makin banyak kader IMM yang menulis karya semacam ini,” ujarnya.

Adapun beberapa judul dalam buku tersebut di antaranya Sebatas Kisah, Tunas-Tunas Melati, Pejuang Muda, Kembali, Merah Maroon Jalan Juangku.

Berikut salah satu puisi dalam buku antologi “Paragraf Ikatan”.

Renungan Kader

Iftita Nuran Maghfira

(DAD 2017)

 

Akulah si kuncup melati itu

Akulah perisai pena berlapis tiga

Akulah hitam, merah, kuning, hijau, dan juga putih

Akulah barisan yang derap langkahnya masih terdengar

Akulah ikatan yang kokohnya masih mengakar, menjulang, dan tak tertakar

Sudahkah kau cukup mengenaliku?

Sudahkah ada darah juangmu?

Tunjukkan padaku dimana letaknya!

Tunjukkan padaku bagaimana wujudnya!

Jika yang kerap kau bidik adalah sebuah keberadaan

Lantas, bagaimana aku mengatakan bahwa darah juangmu itu sudah nyata?

Ingatlah kembali ketika kau ingin bergabung bersamaku!

Aku tak pernah memintamu berjalan bersamaku

Karena berdiri bukan perihal merapatkan kedua telapak kaki

Aku tak pernah menyuruhmu teriak bersamaku

Karena berpihak tak sesederhana melantangkan suara

Aku tak pernah memaksamu terjun bersamaku

Karena melawan tak semudah mengatakan “aku mampu melawan tanpa ragu”

Karena berdiri, berpihak, dan melawan takkan berhadiah jabatan

Hey, dengarkan itu para pengemis kekuasaan!

Dengarkan hingga kau paham!

Renungkan hingga sadarmu ingat jalan pulang!

Renungkan hingga nalarmu tak lagi terpenjarakan!

Renungkan, jika memang kata juang itu masih terlalu jauh kau dapatkan!

Bukankah kau hadir untuk sebuah perjuangan?

Ataukah memang hadirmu haus akan sebuah jabatan?

Ataukah masih ada yang kau inginkan di balik kata juangmu selain abadi perjuangan?

Renungkanlah wahai kader berintelektual!

Katanya

(AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here