IMM Sidoarjo: Kami Menolak Pengeboran, Kami Menolak Eksploitasi di Sidoarjo

0
393
Aktivis IMM Sidoarjo melakukan shalat Zuhur berjamaah setelah aksi. (Detik)

KLIKMU.CO РPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Sidoarjo. Mereka menuntut soal kebijakan pemkab yang memberikan izin PT Lapindo Brantas melakukan pengeboran di Tanggulangin dan Porong, Sidoarjo.

“Di lima desa di Kecamatan Tanggulangin ada tujuh titik pengeboran. Yakni Desa Kedung Banteng, Kalidawir, Banjarasri, Penatar Sewu, dan Banjar Panji. Sedangkan warga di desa-desa tersebut tidak menghendaki adanya pengeboran,” ujat korlap aksi Immawan Didin sebagaimana dilansir Detik Selasa (10/12/2019).

Lumpur Sidoarjo yang menyembur di Desa Siring, Kecamatan Porong, tahun 2006 lalu memang masih menyisakan trauma di masyarakat. Menanggapi hal itu, puluhan mahasiswa yang berdemo berharap perizinan pengeboran untuk dievaluasi kembali oleh pemkab.

Immawan Didin mengatakan, hingga kini masalah lumpur Sidoarjo tidak kunjung dituntaskan. Kini masyarakat semakin gelisah dengan adanya pengeboran kembali.

“Namun, saat ini kejelasan eksploitasi di Sidoarjo ini seakan-akan tidak ada aturan yang mengikat. Dan dianggap sebagai ladang pemasukan di Kabupaten Sidoarjo. Serta masyarakat tidak mendapat pengembang dan pemberdayaan secara setimpal,” katanya.

Pihaknya kembali mengingatkan bahwa peristiwa eksploitasi tersebut sangat merugikan masyarakat. “Kami menolak pengeboran yang dilakukan PT Minarak Lapindo Jaya Inc. Menolak terjadinya eksploitasi di Sidoarjo. Dan berharap memperketat aturan eksploitasi di Sidoarjo,” jelas Immawan.

Mereka menghentikan orasinya saat mendengar azan salat Zuhur. Bahkan, para mahasiswa IMM melakukan salat berjamaah di jalan depan kantor Pemkab Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Saifuddin lantas menemui mereka.
Menurut Nur Achmad, pihaknya mengapresiasi mahasiswa di Sidoarjo yang telah menyampaikan aspirasinya tentang perizinan eksplorasi. Aspirasi para mahasiswa terbilang logis karena musibah yang terjadi 13 tahun lalu membuat banyak masyarakat trauma.

“Kami mengharapkan masalah ini dilakukan adanya forum atau pertemuan yang resmi. Suara mahasiswa itu benar-benar akan kami perhatian demi kebaikan Sidoarjo. Yang jelas, akan ada forum dan duduk bersama untuk membahas eksploitasi tersebut,” pungkas Nur Achmad. (Diolah dari Detik/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here