IMM Turun Tangan untuk Turut Kaji TPA Pakusari Jember

0
160

KLIKMU.CO – Dilansir beritajarim.com, pada 25 Juli 2019 warga di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat memblokade TPA Pakusari. Ini dikarenakan pagar pembatas di sisi timur TPA sepanjang 30 meter dengan sawah roboh pada Maret lalu.

Akhirnya limbah sampah masuk ke sawah. Alasannya, hampir setiap hari 46-51 truk sampah hilir mudik untuk membuang sampah di TPA tersebut.

Nah, dalam rangka perkaderan IMM melalui Darul Arqam Madya (DAM), Selasa (17/9/2019), PC IMM Jember mengangkat hal yang berbeda dari tema DAM biasanya. Fokus tema pada kegiatan ini adalah “Sustainable Development and Acces to Justice Ecology 4.0” yang terdiri dari pembelajaran materi kelas dan live class yang terjun ke masyarakat setempat.

Ada 3 tempat dalam pembelajaran live class, salah satunya TPA Pakusari Kember. TPA yang berdiri sejak 1992 ini pada awalnya tidak disepakati oleh warga karena izin untuk pertama kali adalah izin pembangunan perumahan.

Namun, pada akhirnya tanah dikeruk dan beberapa bulan kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah. Kontrak kemudian disepakati selama 10 tahun saja, namun pada akhirnya hingga sekarang sudah 27 tahun TPA ini berdiri.

“Dulu saat membeli tanah tersebut janjinya dibuat perumahan, tapi ternyata beberapa bulan kemudian tanah tersebut dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dari 10 kecamatan,” keluh Ketua RT Siju saat diwawancarai.

Selain itu, RT yang bersebelahan dengan tempat TPA mengeluhkan karena ketika musim hujan bau busuk sampai ke daerah tempat tinggal warga. “Kalau hujan baunya sampai ke sini dan warna air yang mengalir di sungai sangat keruh,” ujar Juto, warga RT 03, ketika menceritakan kejadian saat musim hujan.

Dari kasus tersebut, para peserta DAM Jember berusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat. Hasil dari informasi kemudian dianalisis dan dijadikan usulan untuk mengajukan perda tentang pengelolaan sampah di pemda setempat. (RNPWU/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here