IMM Unair: Siap Jadi Pemimpin di Era Disrupsi dan Bela Kaum Lemah

0
261
Jajaran pimpinan IMM Unair dilantik oleh PC IMM Kota Surabaya. (Nurulita/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Jajaran pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga Surabaya resmi dilantik Sabtu (19/12/2020) di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Pelantikan ini juga disertai webinar dengan tema Masifikasi Peran IMM dalam Menghadapi Pandemi dan Tantangan Era Disrupsi.

Koordinator komisariat beserta empat komisariat yang ada di Unair mengaku siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan bersumpah atas tanggung jawab yang akan diemban pada satu periode ke depan. Mereka adalah Sufi Ainul Yaqin sebagai ketua Koordinator Komisariat IMM Unair, Latiful Elisia sebagai ketua Komisariat Dr Soetomo, Wisnu Aditya sebagai ketua Komisariat Jenderal Soedirman, Syifaul Qolbi Ekhiasan sebagai ketua Komisariat Al Fatih, dan Elhaq Malik sebagai ketua Komisariat Buya Hamka. Pengurus-pengurus baru tersebut dilantik oleh PC IMM Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya Devi Kurniawan mengatakan bahwa kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Airlangga harus berprestasi sehingga memberikan daya tarik bagi mahasiswa untuk bergabung dalam Ikatan mahasiswa Muhammadiyah.

“Sebab, IMM adalah organisasi kemahasiswaan ideal yang memiliki tri kompetensi dasar, yaitu intelektualitas, humanitas, dan relegiusitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Airlangga Sufi Ainul Yaqin berharap seluruh pengurus yang dilantik selalu istiqamah, semangat, dan ikhlas dalam berjuang di ikatan serta menyiarkan nilai-nilai ajaran Islam di bumi Airlangga.

Dalam sesi webinar setelah pelantikan, Dr Trisno Rahardjo SH MHum (narsum pertama) mengangkat tema pembelaan terhadap kaum lemah (mustadz’afin) dalam menghadapi masalah negeri, sedangkan Ilham Akhsanu Ridlo SKM MKes (narsum kedua) mengusung tema peran IMM di tengah pandemi dalam menghadapi era disrupsi dan bonus demografi.

“Meski sedang menghadapi pandemi, IMM harus bisa menjadi leader di era disrupsi. Apalagi Indonesia memperoleh bonus demografi,” ujar Ilham Akhsanu Ridlo.

Ilham menekankan peran yang bisa diambil IMM di masa pandemi serta agar IMM dapat menjadi pemimpin di era disrupsi.

“IMM memiliki peran dalam melakukan edukasi dan advokasi kepada masyarakat lemah atau mustadh’afin melalui gerakan humanitas yang didasari pada teologi Al-Ma’un,” sahut Trisno Rahardjo.

“Ketika mengkaji perkembangan negara, terdapat berbagai konflik utamanya yang berdampak pada kaum lemah. Maka, IMM dan Muhammadiyah harus hadir dalam mengawal mereka,” tandasnya. (Nurulita/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here