Ingin Tahu Halal Haram Makanan Kemasan, SMAMDA Surabaya Belajar ke ITS

0
155
Foto: Sufendi Fredy Kurniawan (pegang mix) memberikan paparan kepada siswa SMAMDA

KLIKMU.CO Akhir-akhir ini kepedulian masyarakat muslim semakin meningkat terhadap kehalalan suatu produk kemasan makanan.

Untuk lebih memahami dan mengetahui hal tersebut, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) mengikuti sosialisasi produk kemasan Halal di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopenber (LPPM ITS).

Dalam pemaparan di hadapan 35 peserta didik tersebut, Dr. Rer nat Fredy Kurniawan, M.Si. Ketua Pusat Kajian Halal menjelaskan, banyaknya masyarakat yang sadar akan kehalalan produk kemasan dapat dibuktikan semakin banyaknya asosiasi, komunitas, pengusaha dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang dibentuk.

Dia menambahkan, edukasi halal sekarang bukan hanya untuk orang dewasa saja tapi remaja jaman _now_ pun harus tahu halal tidaknya jajanan favorit mereka.

Dia memaparkan, Visi lembaga ini selain untuk menjadi pusat kajian halal terpercaya di Indonesia, juga untuk memberikan informasi, solusi, serta edukasi mengenai kehalalan suatu produk atau bahan.
Kegiatannya pun beragam, mulai dari penyiapan auditor tersertifikasi, Halal care ITS untuk membantu pengusaha kecil, riset terkait produk halal, hingga menyelenggarakan Olimpiade halal bagi pelajar SMA.

“Adik-adik jangan salah, bukan hanya kita umat muslim yang harus concern atas kehalalan makanan kita. Orang Yahudi mengenal _kosher_ yaitu memakan makanan yang layak sesuai hukum yahudi. Bahkan di kitab perjanjian lama umat Kristen menyebutkan mereka sebenarnya tidak boleh makan babi. Apalagi kita yang umat Islam, harusnya kita jalankan syariat dengan hanya makan makanan halal,” jelasnya.

Dengan moto _Halal is My Lifstyle_, bagi doktor lulusan Jerman ini bermaksud untuk menjadi rintisan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dibawah Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Yang mana, lanjutnya selama ini menjadi satu-satunya lembaga resmi yang mengeluarkan sertifikasi halal untuk banyak produk kemasan maupun restoran-restoran di Indonesia.

“Bagi kalian yang awam, setidaknya dengan melihat adanya logo halal dari MUI pada kemasan atau tempat makan sudah bisa menjadi acuan kehalalan makanan atau produk tersebut,” imbuhnya.

Caranya, logo pada stiker Halal Care diberi penomeran (satu dalam angka arab) yang menandakan tempat makan yang sudah diuji “halal” untuk dikonsumsi, dan untuk tempat makan yang “halal dan thoyib” setelah dilakukan serangkaian tes.

Karena alat uji yang masih terbatas dan sebagian masih pesan dari luar negeri, tes yang dilakukan untuk industri kecil adalah dengan menguji bahan-bahan yang mereka gunakan. Apakah menggunakan produk-produk bersertifikasi halal atau tidak.

Rimba Ayu Peserta didik SMAMDA mengaku, dengan ikut acara tersebut ia lebih mengerti detail kehalalan pada produk makanan.

“Yang jelas ini pelajaran penting bagi kami. Semoga ini menjadi pengetahuan bagi teman-teman pelajar lainnya,” pungkasnya. (Rimba Ayu/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here