Ini Curhat ODP yang di Isolasi di hotel oleh Pemeritah Kota Surabaya

0
378
Salah seorang warga terdampak Covid-19 mendapat sembako dari Sekolah Karakter. (Salman/Klikmu.co)

KLIKMU.CO- Lonjakan kasus di Surabaya semakin hari semakin meningkat, meski Penerapan Program Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) gelombang ke 2 sdh berjalan namun ekskalasi tidak menunjukkan tren penurunan

Terkait hal ini Muhammadiyah Covid 19 Command Centre ( MCCC) Surabaya berupaya sekuat tenaga untuk membantu pemerintah dalam untuk mengatasi wabah corona virus ini.

Wakil Ketua MCCC  yang mengkoordinatori bidang Kuratif dan Preventif dr.Zuhrotul Mar’ah  kepada kontributor KLIKMU.CO- pada kamis (14/5) menuturkan

“MCCC Surabaya menyambut baik upaya Pemkot Surabaya melakukan isolasi mandiri warga di Hotel. Upaya ini sangat dibutuhkan agar warga yang masuk Zona Merah tidak keluar rumah dan bantuan bisa fokus ke kamar hotel yang tersedia. Karena banyak juga keluhan bagaimana bisa masuk dan membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19 parah daerahnya karena di Lockdown dan warga tidak membuka diri”,tuturnya

Melihat hal itu MCCC Surabaya mencoba cara lain dengan membuat group WA isolasi mandiri. Keluhan yang masuk berbagai macam misalkan masalah karpet, makanan, wifi, dll. Maklum saja karena mereka juga belum pernah masuk hotel sehingga tidak faham penggunaan fasilitas hotel.

Ini keluhan yang disampaikan warga ke MCCC Surabaya, yang identitasnya kami samarkan menjadi IS, beliau menyampaikan

“Bapak ibu wakil dari MCCC Surabaya. Saya mau merangkum keadaan yg hampir setiap kamar sama. Mohon dengan sangat, sebaiknya tim dri instansi terkait terjun ke lapangan. Melihat apa yang kurang, sebagai berikut

Pertama. Pertama masuk hotel, standart minimal fasilitas hotel tidak terpenuhi. ( sabun, keset, handuk, selimut)

Kedua. Air mineral yg hanya di jatah 1,5 liter / kamar / 3 hari. Yang anehnya, mereka berjualan air mineral kemasan 1,5 liter dgn harga 10.000. Ini karantina kan ? Bukan mau TAMASYA.

Ketiga. Tidak adanya tempat pertukaran udara (jendela) yg bisa dibuka.

Keempat. Makanan yg disajikan terkesan seadanya. Bukan besar kecil porsi, mahal murah harganya. Namun, perlu diperhatikan kualitas makanannya. (Nasi yg setengah kering, menu yang variasi)

“semoga dengan keluhan ini MCC Surabaya  bisa mewakili dan sudahmenyampaikan ke Pemkot dan Semoga Pemkot Surabaya segera membenahi keluhan warga yang diisolasi di Hotel”, tukasnya

lebih lanjut dr. Zuhroh juga menambahkan lagi

“Jadi begini secara garis besar yang ingin saya sampaikan ialah, bahwa orang orang yang ada  semua disini dikarantina oleh dinas kesehatan. Tapi mirisnya, protokol kesehatan standart seperti air mineral, ventilasi udara, cahaya matahari tidak semua bisa terpenuhi dengan baik. Seperti kita tahu, setiap org minimal minum air putih 2L per hari. Jika 1,5 liter per hari brrti hanya dapat 500ml per hari”, pungkasnya ( Den Peyi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here