Ini Kesan & Pesan Kyai Mahsun Djayadi, Setelah Nobar Film Jejak 2 Ulama

0
557
Foto Kyai Mahsun Djayadi ( Batik Hijau) Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya bersama Kyai Muhibbin Zuhri Ketua PCNU Surabaya diambil oleh den peyi

KLIKMU.C0 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya mengadakan nonton bareng film jejak  langkah 2 ulama yang diadakan pada hari Senin (10/2) mulai pukul 19.30 wib WIB, di Hotel Grand Kalimas Jl. KH. Mas Mansyur No. 151 Surabaya. Film yang dibuat oleh LSBO ( Lembaga Seni Budaya dan Olahraga) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang Jawa Timur

Kyai Mahsun Djayadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya kepada contributor KLIKMU.CO menuturkan

“Sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, saya sangat merekomendasi kepada generasi muda Islam, apapun baju organisasinya, baik Muhammadiyah, NU, Persis, Al Irysad dan lain sebagainya,film ini bisa memberi energi posotid untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan mengalami pergeseran nilai, membutuhkan kemantapan ideologis sekaligus kesiapan mental dan pemikiran yang progresif tanpa tercerabut dari akar sejarah, khususnya perjalanan bangsa Indonesia yang kita cintai ini”, tukasnya serius mengawali pembicaraan

Lebih lanjut pria asli paciran lamongan  ini meneruskan

“Arus perubahan, sering berakibat terjadinya penjungkir balikan nilai. Ungkapan “Becik Ketitik, Olo Ketoro” telah bergeser menjadi “Becik Ketampik”  (sesuatu yang benar tertolak/disalahkan), sedangkan “Olo Ketompo” (sesuatu yang salah/jelek diterima/dibenarkan). Ini adalah kenyataan empiric dalam masyarakat yang terus berubah”, tuturnya

“Adalah KH. Ahmad Dahlan, dan KH. Hasyim Asy’ari, merupakan dua tokoh representasi mainstream umat Islam Indonesia. Keduanya adalah pejuang moral dan pemandu spiritual umat dan bangsa ini. Peran yang dimainkan keduanya sungguh signifikan dalam meningkatkan kualitas umat dan bangsa yang saat itu hidup dalam penjajahan” ungkapnya

Lebih dalam beliau menambahkan

“Tetapi kenyataan sejarah itu seringkali dicoba untuk ditutupi oleh fihak tertentu yang ingin menafikan peran perjuangan umat Islam dalam mendirikan NKRI termasuk peran kedua tokoh tersebut. Maka NOBAR ini dimaksudkan untuk membuka sejarah perjuangan bangsa lewat kedua tokoh yakni KH. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah-nya, dan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nahdlatul Ulama-nya”,tukasnya

Foto Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, PCNU Surabaya bersama para pemain film Jejak 2 Ulama, diambil oleh den peyi

“Di samping itu, penting pula diupayakan terealisasikannya “Ukhuwah Islamiyyah” di antara sesama umat Islam dan ormas-ormas Islam.  Secara spesifik “Ukhuwah Bainal Muslimin” di antara dua kekuatan dan dua pilar NKRI yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Saya menaruh harapan dan sangat optimistis bahwa jika kedua kekuatan besar umat Islam ini saling bertasamuh dan bekerjasama untuk kemajuan bangsa, insyaaallah NKRI akan tetap kokoh, begitu juga eksistensi Islam dan umat Islam di Negeri ini”,pintanya

Terakhir beliau memberi pesan kepada generasi milenial

“Kepada generasi muda saya berharap, jadilah bagian dari bangsa yang besar ini. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghormati dan menghargai pahlawan dan tokoh atau Ulama’ nya. Jadilah generasi penerus perjuangan para Ulama dalam bingkai NKRI tanpa tercerabut dari akar sejarah umat dan bagsa Indonesia”,pungkasnya penuh harap (Den Peyi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here