Ini Klarifikasi Yaqut Terkait Polemik Jabatan Menag untuk NU

0
163
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Dok Kemenag)

KLIKMU.CO – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menyebut Kementerian Agama sebagai hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU). Yaqut mengaku pernyataannya di forum internal keluarga besar NU itu untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Itu saya sampaikan di forum internal. Saya tidak tahu kemudian kok digoreng-goreng di publik bagaimana,” katanya di Solo, Senin (25/10/2021), dikutip dari portal NU Online.

Yaqut menyebutkan, motivasi merupakan sebuah kewajaran di tengah forum internal. Motivasi perlu disampaikan untuk membangkitkan semangat dan kepercayaan diri pada internal sebuah komunitas.

“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” sambungnya.

“Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” tambahnya.

Dengan memotivasi santri dan kaum nahdliyin secara umum, terang Menag, NU diharapkan bisa tetap terbuka karena telah mendapat hadiah dari negara.

“NU harus kembali kepada jati dirinya. Meskipun NU diberi sesuatu, NU harus tetap terbuka. NU harus tetap inklusif dan memberikan dirinya untuk kepentingan yang lebih besar,” katanya.

Meski menyatakan Kemenag sebagai hadiah untuk NU, Yaqut memastikan bahwa lembaga yang dia pimpin tetap inklusif. Semua kebijakan diambil dengan mempertimbangkan semua agama dan golongan.

“Bisa dibuktikan, apakah ada kebijakan Kemenag yang ditujukan hanya untuk NU? Tidak ada,” katanya.

Dia juga menyebut pejabat di Kemenag juga berasal dari berbagai golongan dan agama. “Dirjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umroh) itu dari Muhammadiyah. Itjen (inspektorat jenderal) Kemenag juga sama, bukan dari NU,” kata dia.

Menag menambahkan, karakter dan jati diri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar. “Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here