Ini Pesan Bu Risma kepada Takmir Se-Surabaya Pasca Tidak Diperpanjangnya PSBB

0
6104
Foto Ibu Risma saat saya teleconference bersama takmir se kota surabaya diambil oleh Ruji

KLIKMU.CO- Kota Surabaya resmi tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), pemerintah kota Surabaya rabu pagi ini (10/6) menggelar acara Teleconference Ibu Walikota Surabaya dengan Takmir Masjid se-Surabaya. Dalam kesempatan ini Bu Risma menyampaikan

“Minggu ini PSBB di kota Surabaya sudah berakhir alias tidak di perpanjang ke jilid IV , namun bukan berarti kita bisa seenaknya sendiri, protokol kesehatan harus di perhatikan dan ditegakkan, khususnya untuk tempat-tempat ibadah lebih khusus masjid, mohon para takmir agar ketika melaksankan shalat Jumatan bisa dijalan, jika  kapasitas masjid tidak memunkinkan, kalau dipaksakan bisa berbahaya, silahkan koordinasi dengan polsek setempat”,tukasnya

lebih lanjut beliau menambahkan

“Dan juga jangan memakai AC, tidak ada karpet, saya ulangi jangan pake karpet, ndak papa jelek, elek ora popo,  kalau perlu pakai koran, ndak papa yang penting sehat, karena itu rawan  terjadi penularan, dan jika masjid yang memiliki TPA dan TPQ mohon tidak dibuka dulu engge, anak anak ini juga masih rawan, jangan sampai muncul kluster baru dari masjid, musholla atau langgar, protokol kesehatan agar benar benar diterapkan”pesannya tegas

sementara itu  danrem Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto, dalam kesempatan ini juga memberikan masukan

“Sangat setuju dan mendukung oleh pemerintah kotam bahwa setiap masjid harus ada petugas khusus , semisal ada pengatur shaff, cuci tangan, dan lain lain, kami akan menurunkan petugas di masjid namun tidak banyak karena berkaitan dengan jumlah personil yang terbatas, namun secara bergilir kami akan keliling untuk mengecek protokol kesehatannya dan mengingatkan para takmir agar melakukan penyesuaian SOP protokolnya, sekali lagi saya berterima kasih kepada para takmir atas kerjasamanya untuk saling berkoordinasi dalam rangka mengawal kota surabaya yang sehat”, tukasny

H.M. Arif An Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya juga mendukung langkah Walikota Surabaya

“Muhammadiyah sudah melakukan visitasi ke 150 masjid Muhammadiyah Se kota surabaya, yang kita mulai sejak kemarin, tim akan turun untuk melakukan assesment mengenai kelayakan suatu masjid layak buka atau tidak, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya siap mendukung program ini dengan protokol kesehatan yang ketat’, pungkasnya. ( Den Peyi )

lampiran:

 PROTOKOL KESEHATAN MASJID/MUSHALLA MUHAMMADIYAH DAN PANDUAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID/MUSHALLA MUHAMMADIYAH DALAM MASA PANDEMI COVID-19

A. Protokol Kesehatan  Masjid/Mushalla Muhammadiyah Dalam Masa Pandemi Covid-19

1. Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer

2. Menjaga kebersihan Masjid (tempat wudlu dan toilet lantai dan melakukan penyemprotan disintektan secara teratur dan berkala setelah pelaksanaan sholat).

3. Dianjurkan tidak memakai karpet agar mudah dalam pembersihan lantai.

4. Membuka jendela dan menghindari penggunaan AC.

5. Senantiasa memberikan himbauan kepada jama’ah yang bersifat edukasi seperti tidak bergerombol dan jaga jarak

6. Membatasi jama’ah maksimal 30 % dari kapasitas masjid.

7. Melakukan screening jama’ah, yang suhunya diatas 37,5o C, atau sedang sakit, batuk, demam, sesak napas dan mengalami gejala flu dianjurkan periksa kesehatan dan dianjurkan sholat dirumah hingga dinyatakan sembuh.

8. Mengatur jarak shaf dan memberi tanda tempat jama’ah melakukan shalat minimal 1,5 – 2 meter.

9. Membatasi waktu khutbah Jum’at maksimal 10 Menit dan surat yang dibaca saat shalat yang pendek-pendek.

10. Masjid diupayakan hanya hanya untuk jama’ah setempat.

11. Masjid dibuka 10 menit sebelum adzan dan ditutup setelah shalat selesai. Shalat sunnah dilaksanakan di rumah masing-masing.

12. Shalat Jum’at, jika jama’ah lebih dari kapasitas masjid 30 %, maka shalat dapat dilaksanakan dengan 2 gelombang dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

13. Khotib memakai facesheild

14. Mic Speaker diberi pembungkus dan diganti setiap selesai dipakai.

15. Ikut mengawasi penyebaran/penularan covid-19 dan melakukan upaya tanggap/melaporkan jika ada jama’ah/warga/masyarakat dicurigai terdampak virus covid-19 khususnya disekitar masjid/mushalla.

16. Apabila ada peningkatan kasus covid-19 di suatu daerah, maka disarankan daerah tersebut melakukan ibadah dirumah.

B. Panduan Shalat Berjama’ah Di Masjid Muhammadiyah Dalam Masa Pandemi Covid-19 Dirumah Sebelum Berangkat Ke Masjid

1. Cuci tangan dengan sabun

2. Jama’ah berwudlu dari rumah

3. Memakai masker standard

4. Membawa sajadah atau sajadah sendiri atau kelengkapan lain dari rumah

5. Tidak membawa anak-anak

6. Orang tua dan orang sakit shalat dirumah

7. Sholat sunnah dilaksanakan di rumah

8. Membawa tas kresek dari rumah untuk tempat sandal

Pada Saat Di Masjid

1. Sebelum masuk masjid ada pemeriksaan suhu

2. Cuci tangan dan dilap menggunakan tissue – memakai hand sanitizer

3. Tidak bergerombol/berkumpul

4. Menjaga jarak shaf 1,5 – 2 meter

5. Tidak menyentuh barang-barang dimasjid

6. Tidak berjabat tangan

7. Memperhatikan arahan pimpinan setempat

Dirumah Setelah Berangkat Ke Masjid

1. Mencuci tangan dan kaki

2. Diutamakan untuk mandi

3. Segera mengganti pakaian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here