Ini Sejarah Mengapa Muhammadiyah Menggunakan Istilah Darul dan Baitul Arqom Setiap Pengkaderan

0
6712
Lebaran Umat: Dr. K.H. Mahsun Jayadi, M.Ag. Ketua PDM Kota Surabaya. ( Foto: Kholiq)

KLIKMU.CO – Kajian Ramadhan 1439 H Pimpinan dan Karyawan AUM PCM Krembangan Kota Surabaya bertemakan ‘Dakwah Muhammadiyah di Era Digital’ berlangsung di SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Ahad (27/5).

Hadir sebagai pembicara dalam kajian tersebut adalah Dr. Mahsun Jayadi, MA Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. Biyanto, M.Ag Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan H. M. Arif An, SH. Sekretaris PDM Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu Kyai Mahsun menyampaikan materi tentang ‘Bermuhammadiyah secara Struktural dan Fungsional.’

Dalam mengawali pembicaraan, menurutnya Muhammadiyah ada dua pengkaderan. Yakni Darul Arqam dan Baitul Arqam.Mengapa sistem pengkaderan menggunakan kata Baitul dan Darul Arqom?

Menurutnya, Darul Arqom berasal dari, Daar = Rumah, Arqam = nama sahabat nabi yang bernama Arqam. Dar juga sebagai tempat kembali.

Lebih lanjut, rumah yang dijadikan oleh Rasulullah Saw. sebagai lembaga pendidikan Islam, dari sinilah Islam tersebar ke seluruh dunia.

Istilah Arqam, tambah Warek 3 UMSurabaya itu berasal dari nama pemuda Arqam bin Abil Arqam. Ia adalah anak muda pertama kali yang masuk islam. Dia juga tergolong para assabiqunal awwalun.

“Saat itu Rasulullah mencari anak muda yang diperkirahkan akan mendukung dakwahnya,” kata Mahsun meski asal muasal Arqam adalah anak muda yang tidak jelas asal muasalnya. Tapi nabi ingin menokohkan anak itu. Bahkan mengkadernya.

Arqam sejatinya berasal dari Bani Mahzum yang mana musuhi bani Hasyim yaitu klan nabi Muhamamd. Meski begitu Pemuda Arqam ini berperan menangkis pelecehan terhadap bani Hasyim dan Bani Mahzum.

Dalam konteks itulah Muhammadiyah menggunakan dua kata ini karena ingin meniru Arqam. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here