Ini Tata Cara Duduk Iftirasy dan Tawarruk Sesuai Tuntunan Rasulullah

0
7009
Detail: Kyai Syaifuddin zaini (duduk pojok berkopyah) menjelaskan secara rinci kepada jamaah kajian reboan.( Foto: Habib)

KLIKMU.CO – Duduk iftirasy dan tawaruk merupakan salah satu dari rukun salat.Duduk iftirasy disebut juga dengan duduk diantara dua sujud dan duduk tasyahud atau tahiyat awal.

“Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 780, Malik bin Al-Huwairits Al-Laitsi berkata, Sesungguhnya ia melihat Nabi Saw ketika sholat dan saat bangkit dalam rakaat gasal, beliau tidak bangkit selama posisi duduknya belum sempurna,” papar Syaifuddin Zaini, M.Pd.I dalam pengajian rutin Reboan Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya di Mushalla as-Syifa’ Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Rabu (23/5).

Syaifuddin Zaini, menyampaikan tata cara duduk iftiras dengan tuntunan rasul. Adapun dalil tentang duduk iftirasy ini adalah dari Aisyah r.a, ia berkata, ’’Aku melihat Rosululloh saw, ketika duduk dalam salat beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (duduk iftirasy).’’ (HR. Ibnu Huzaimah).

Syaifuddin melanjutkan penjelasannya bahwa kemudian meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, dan tangan kiri di atas paha kiri. Pada saat duduk tasyahud atau tahiyat awal posisi tangan kiri menutupi lutut (seolah-olah menggenggam), sedangkan tangan kanan menjulurkan telunjuk seperti menunjuk seseorang/sesuatu. Posisi ibu jari dan jari tengah saling menempel seperti membuat huruf ‘’O’’.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, menjelaskan duduk tawaruk adalah duduk dengan menempelkan punggung telapak kaki kiri ke tanah, dan beliau meletakkan pangkal pahanya sebelah kiri di lantai.

“Duduk tawaruk disebut juga tahiyat ahir. Dalil untuk duduk tawaruk yaitu‘’Sampai apabila beliau duduk dari sujud yang ada salamnya, beliau duduk dengan menempelkan punggung telapak kaki kiri ke tanah, dan beliau meletakkan pangkal pahanya sebelah kiri di lantai,” katanya sembari menyitir dalil yang bersumber dari HR. Baihaqi

Salam sumber lain, kata Syaifuddin mengatakan, ‘Aku adalah orang yang paling menghafal di antara kalian tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku melihatnya tatkala bertakbir, beliau menjadikan kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya. Jika ruku’, beliau menetapkan kedua tangannya pada kedua lututnya, lalu meluruskan punggungnya. Jika mengangkat kepalanya, beliau berdiri tegak hingga kembali setiap dari tulang belakangnya ke tempatnya. Jika sujud, beliau meletakkan kedua tangannya tanpa menidurkan kedua lengannya dan tidak pula melekatkannya (pada lambungnya) dan menghadapkan jari-jari kakinya ke arah kiblat.

“Jika beliau duduk pada raka’at kedua, maka beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirosy). Jika duduk pada raka’at terakhir, beliau mengedepankan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lain (kaki kanan), dan duduk di atas lantai – bukan di atas kaki kiri- (duduk tawarruk),”pungkasnya (Habibie/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here