Ini yang Dilakukan Takmir Masjid Al Mufidah Selama “Libur” Shalat Jamaah

0
352
Ketua Takmir Masjid Al Mufidah, Ustadz Tohari dengan paket sembako yang siap diantar kepada yang berhak menerima. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Mulai Kamis lalu (26 Maret 2020) waktu duhur, untuk sementara Masjid Al Mufidah Ketintang 45, Surabaya, tidak menyelenggarakan shalat berjamaah,baik shalat fardu yang lima maupun shalat Jumat, sampai kondisi memungkinkan. Hal itu menindaklanjuti Maklumat PP Muhammadiyah, Surat Edaran PDM Kota Surabaya Nomor 2140/EDR/III.0/H/2020 tanggal 29 Rajab 1441 H perihal Protokol Masjid/Mushalla Muhammadiyah dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19, serta Surat Edaran PCM Wonokromo Nomor 25/EDR/IV.0/2020.

Kepada KLIKMU.CO, Ketua Takmir Masjid Al Mufidah Ustadz Tohari Ibnu Rachmat mengatakan, setelah berjalan beberapa hari, begitu terasa kerinduan para jamaah kepada masjid. ”Kepada sesama jamaah yang selama ini saling silaturahmi, shalat bersama, menimba ilmu bersama. Lebih-lebih mendengarkan seruan azan yang sedikit berbeda dengan biasanya. Seruan azan “sholluu fii buyuutikuum” shalatlah di rumah-rumah kalian, semakin menambah degup jantung ini tidak beraturan, terasa sesak di dada, meneteslah air mata. Sampai kapan ini akan terjadi,” katanya.

Untuk mengobati semua itu, lanjutnya, dengan memperhatikan kondisi di lapangan akibat pandemi Covid -19 terhadap sebagian jamaah Al Mufidah, khususnya masalah ekonomi, takmir mencanangkan program “Al Mufidah Berbagi”. ”Semoga wabah segera pergi sehingga kita bisa berjamaah lagi,” harap dia.

“Paket sembako yang terdiri atas beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 2 liter, kecap besar, dan mi instan 5 bungkus telah dibagikan kepada yang berhak dengan diantar langsung oleh takmir ke rumah-rumah mereka. Dengan demikian, takmir bisa bersilaturahmi dengan jamaah dan mengetahui kondisi langsung keberadaan jamaah,” ujar Tohari setelah menyerahkan paket sembako.

”Takmir juga menyampaikan terima kasih kepada donatur yang mendukung program ini. Untuk mendukung social distancing dan pertimbangan lainnya, penyerahan paket sembako hanya dengan tanda tangan penerima dan tidak difoto,” ungkapnya. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here