Inilah 3 Golongan yang Tidak Takut Mati dan 6 Sifat Kematian

0
4067
Kajian Shubuh: Ustadz Oemar Mitha, Lc. berpose bersama jamaah seusai Kajian Safari Shubuh. (Foto: Wafir)

KLIKMU.CO – Masjid adalah pusat kegiatan dakwah dan sosial yang perlu terus dimakmurkan. Hal ini yang menndasari Pengurus Takmir Masjid Al-Ikhlas Delta Sari Indah Waru Sidoarjo mengadakan kegiatan Kajian Safari Shubuh, Ahad (25/3).

Pada acara rutin bulanan tersebut, hadir sebagai penceramah adalah Ustadz Oemar Mitha, Lc. dari Jakarta. Kajian yang berlangsung selama 90 menit ini juga diikuti seluruh jamaah masjid yang setiap hari melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang indah itu.

Ustadz Mitha dalam ceramahnya membahas tentang berbagai seluk beluk kematian yang merupakan sunnatullah dan takdir Allah bagi setiap makhluk yang bernyawa di alam dunia ini.

“Ada tiga golongan yang tidak takut menghadapi kematian. Pertama, orang kafir atau musyrik. Kedua, orang yang lemah imannya dan sedang mendapat ujian. Sedangkan, yang ketiga adalah orang yang beriman,” ungkap sang Ustadz.

Ustadz Mitha juga mengutip pendapat Imam Al-Qurthubi tentang sifat-sifat kematian. Setidaknya, ada 6 sifat kematian yang akan menghampiri makhluk hidup, tak terkecuali manusia.

“Pertama, kematian itu datang secara tiba-tiba atau mendadak. Tidak ada pemberitahuan sedikit pun sebelumnya. Kedua, kematian itu memiliki 99 sebab ancaman,” urai Ustadz yang mengenyam pendidikan agama di Timur Tengah itu.

Ketiga, lanjut Ustadz Mitha, kematian memiliki kaitan erat dengan rizki karena panjang atau pendeknya usia seseorang atau makhluk merupakan karunia nikmat dari Allah. Keempat, kematian memiliki suatu pintu khusus yang disebut dengan sakaratul maut.

“Kelima, kematian itu hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup manusia. Karena tidak ada ceritanya, ada manusia sudah mati, lalu hidup lagi dan mati lagi. Sedangkan, yang keenam adalah kematian merupakan proses pemindahan alam manusia dari alam dunia ke alam barzah,” tandasnya.

Maka, pesan Ustadz Mitha, hendaknya setiap manusia mempersiapkan bekal terbaik dalam rangka menyambut perjumpaan dengan Sang Khaliq di alam akhirat kelak.

Sementara itu, Wafir Hasanuddin, S.Pd.I. Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Waru menyatakan sangat gembira acara yang dipandunya itu dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan diikuti ratusan jamaah.

“Alhamdulillah, kajian berjalan lancar. Seperti biasanya, seusai kajian dilanjut dengan pembagian nasi bungkus oleh panitia. Semua jamaah menikmati sarapan bersama-sama,” tukasnya. (Wafir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here