Inilah 4 Kunci Bahagia dan Selamat Dunia Akhirat bagi Setiap Muslim

0
331
Kunci Bagahia dan Selamat: Ustadz Dr. K.H. Abdul Haris, M.Ag. saat menyampaikan tausiyah di Masjid Shalahuddin SPEMMA Surabaya. (Foto: Syafi')

KLIKMU.CO – Ingin bahagia dan selamat dunia akhirat? Ada 4 kunci yang harus diketahui dan miliki oleh setiap muslim.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. K.H. Abdul Haris, M.Ag. Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam kegiatan Pengajian dan Qiyamul Lail guru dan karyawan SMP Muhammadiyah (SPEMMA) di Masjid Shalahuddin kompleks sekolah Islam favorit ini, Sabtu (28/4).

Dalam tausiyahnya, Ustadz Haris, demikian panggilan akrabnya, menuturkan bahwa kunci pertama adalah jujur dalam segala hal.

“Baik kepala sekolah, staff, guru, dan TU sekalipun harus jujur dalam bekerja. Jangan ada korupsi waktu, jangan mengambil sesuatu apapun yang tidak menjadi hak kita,” ujarnya.

Kedua, kata Ustadz Haris adalah hifdzul amanah atau menjaga amanah sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

“Di sekolah ini, masing-masing guru dan karyawan jika mau melaksanakan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang ada insyaallah berkah. Karena dengan terlaksananya kewajiban, berarti hak orang lain atas diri kita juga dengan sendirinya terpenuhi,” terangnya.

Kunci ketiga yang sangat ampuh dalam menjadi pribadi yang bahagia serta dapat selamat dan menyelamatkan orang lain adalah menunjukkan akhlak yang baik atau bihusnul khuluq.

“Sudah sering kita dengar bahwa dakwah yang paling dahsyat adalah dakwah bil hal atau dakwah dengan perbuatan nyata. Contoh kongkrit amal shalih kita akan dengan sendirinya menjadi bentuk dakwah kepada siswa, wali murid, dan rekan kerja. Dakwah bil hal adalah dakwah tanpa kata yang dahsyat pengaruhnya,” ucapnya.

Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya itu juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya menanamkan keyakinan bahwa bekerja di sekolah Muhammadiyah merupakan bagian dari dakwah.

“Jangan sia-siakan kesempatan bekerja di Muhammadiyah hanya sekadar mencari uang saja. Karena jika demikian, maka kita menjadi orang yang sangat merugi,” tandasnya.

Dan yang keempat, lanjut Ustadz Haris, adalah mencari rejeki yang halal. Sekecil apapun barang haram yang dimakan, minum, atau berikan kepada keluarga akan menjauhkan seorang muslim dari rahmat Allah, misal doa tidak diijabah karena terhalang oleh harta yang haram.

“Mari menerima amanah karena Allah. Menjadi guru, kepala sekolah karena Allah. Mengabdikan diri menjadi guru karena Allah. Tulus melaksanakan pekerjaan administrasi juga karena Allah, dan seterusnya,” pungkasnya. (Syafi’)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here