Inilah 5 Ketrampilan yang Wajib Dimiliki Pemimpin AUM Menurut Sukodiono

0
362
5 Skills for Leader: Dr. dr. H. Sukodiono, MM (3 dari kiri) berpose bersama seusai memberikan arahan pelantikan direktur baru RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

KLIKMU.CO –  Semua orang berhak dan bisa menjadi pemimpin, asalkan memiliki keterampilan memimpin dan beberapa kemampuan tertentu. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, misalnya, kini dipimpin seorang perempuan yang menyandang gelar doktor. Bahkan, kali pertama rumah sakit milik Persyarikatan di Jawa Timur dipimpin seseorang dengan gelar tersebut.

Dr. dr. H. Sukadiono, MM selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memberikan arahan bagaimana mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang baik. Arahan tersebut disampaikan dalam pelantikan direktur baru RS PKU Muhammadiyah Surabaya Dr. dr. Enik Srihartati, Sp.KK, M.Kes. yang menggantikan dr. Achmad Aziz untuk periode 2018-2022, Sabtu (10/2) lalu di Hotel Arcadia Surabaya.

Menurut Pak Suko, begitu sapaan akrabnya, menempatkan seseorang menjadi direktur tidak hanya dilihat dari sisi administratif. Melainkan, aspek manajerial, intelektual, dan juga moral. Pada intinya, fit and proper test harus bagus.

Menurut Bendahara PWM Jatim ini, ada 5 ketrampilan yang harus dimiliki pemimpin. Pertama adalah listening skill, yaitu kemampuan mendengarkan dengan efektif.

“Kedua adalah reading skill. Maksudnya, seorang pemimpin harus banyak membaca. Baik membaca buku agar tidak ketinggalan, maupun membaca situasi dan kondisi,” urainya.

Ketiga adalah writing skill. Menurutnya, kemampuan ini adalah bagian yang tak terpisahkan bagi seorang leader dalam berkomunikasi. Terlebih, bagi mereka yang setiap harinya dalam pekerjaan harus berhadapan dengan urusan laporan, email, website, presentasi, dan lainnya.

Keempat adalah speaking skill. Keterampilan berbicara di depan umum merupakan salah satu hal yang diperlukan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin dituntut tidak hanya dapat berbicara saja di depan orang banyak, namun juga dapat memberikan dampak nyata kepada para penyimaknya.

“Sedangkan, yang kelima adalah observation skill, yakni aktivitas terhadap suatu proses atau obyek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami. Hal ini untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan rumah sakit, misalnya.” Pungkasnya Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here