Inilah 6 Tip Menulis Esai ala Dosen Pegiat Literasi

0
389
Foto suasana latihan menulis essai guru dilingkungan majelis Dikdasmen Muhammadiyah uhammadiyah Surabaya diambil oleh danang

KLIKMU.CO – Dalam rangka mengembangkan budaya literasi, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Surabaya mengadakan pembekalan tip menulis esai bagi guru-guru Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu (23/2). Narasumber pada acara tersebut adalah Kepala Pusat Bahasa Unesa Drs Much. Khoiri MSi.

Acara dimulai pukul 08.00 di Gedung PDM Surabaya. Narasumber menyapa peserta dan langsung berbagi pengalaman seputar kepenulisan. “Saya tiap pagi pukul 3 dini hari selalu menulis selama satu jam,” kata Khoiri. Hal tersebut dilakukan karena suasana masih hening dan belum ada aktivitas lain.

Setelah itu, penulis 34 buku tersebut menjelaskan jenis-jenis teks dasar, yaitu narasi, persuasi, argumentasi, eksposisi, dan deskripsi. Tak sampai di situ saja, dosen Unesa tersebut juga berbagi tip mengenai cara menjadikan tulisan sebagai usaha. Ada enam tahap yang bisa dilakukan, yakni belajar giat menulis, mahir menulis, menulis buku, menulis buku bertema menarik, pandai menjual, dan bekerja sama dengan event organizer.

“Tulislah buku yang bertema menarik dan diinginkan pembaca. Misal, kalau Bapak/Ibu sekalian mewawancarai orang-orang yang sudah haji terkait dengan pengalaman unik mereka, lalu cerita-cerita tersebut dijadikan satu buku, saya yakin buku itu akan diminati,” jelas perintis Jaringan Literasi Indonesia (Jalindo) itu.

Dia kemudian memaparkan tahapan menulis esai. Ada lima tahap yang dilalui, yakni mengemukakan masalah, menuturkan sumber masalah, menulis cara mengatasi masalah, menyebutkan hasilnya, dan menyimpulkan. Guru-guru Muhammadiyah tersebut secara kolektif akan membuat buku bertema pengalaman mengajar dan mendidik siswa. Pembuatan buku itu akan didampingi narasumber.

Kegiatan tersebut berlangsung cukup interaktif karena ada sesi tanya jawab. Acara berakhir pukul 11.30. Ada dua pesan yang sangat mengena dari narasumber kepada peserta selama acara berlangsung. Pertama, istikamah dalam menulis sesibuk apa pun. Kedua, jangan mati sebelum menulis. (Fikri Fachrudin/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here