Inilah Enam Peraturan yang Wajib Ditaati Umat Manusia

0
408
Dr Imam Syaukani MA saat memberikan ceramah di Pengajian Rutin Ahad Pagi PCM Kenjeran. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Parfum laki-Laki itu baunya semerbak sementara warnanya tidak tampak, dan parfum wanita itu warnanya tampak sementara baunya tidak semerbak.”

Demikian itu disampaikan Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surabaya Ustadz Dr Imam Syaukani MA dalam pengajian rutin Ahad Pagi PCM Kenjeran di Masjid Baitul Kholik Jl Tambak Wedi Baru Gang 5/33, Kenjeran, Surabaya, Ahad (15/12/2019).

Imam Syaukani mengatakan, dalam menjalankan hidup di dunia ini ada peraturan-peraturan yang wajib dilaksanakan umat manusia. “Dia antara peraturan itu adalah, pertama, ketika becermin membaca doa, yakni allahumma ahsanta khalqii fahassin khuluqii. Ya Allah, Engkau telah memperbagus rupaku, maka perbaguslah akhlakku,” paparnya.

Kedua, memakai harum-haruman atau parfum. “Ada hadis nabi yang bunyinya bagini, parfum laki-Laki itu baunya semerbak sementara warnanya tidak tampak, dan parfum wanita itu warnanya tampak sementara baunya tidak semerbak. Siapa pun wanita yang memakai parfum, maka janganlah dia hadir bersama kami dalam shalat Isya, shalat fardu yang akhir,” katanya.

Ketiga, kata dia, diharamkan memakai rambut palsu. “Allah subhaanahuu wata’ala mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta supaya rambutnya disambung,” ujarnya.

Keempat, diharamkan tato. “Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah,” kata wakil Majelis Tarjih PDM Surabaya itu.

Kelima, sambungnya, laki-Laki memakai emas. “Pada suatu ketika Rasulullah saw membuat cincin dari emas. Beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangan dan beliau memberi ukiran pada cincin itu dengan tulisan Muhammad Rasulullah. Orang-orang lalu ikut membuat cincin dari emas. Ketika beliau melihat mereka membuat cincin seperti itu, beliau membuang cincinnya seraya mengatakan ‘Selamanya aku tidak akan memakainya lagi,” ucapnya.

Kemudian, Rasul juga membuat cincin dari perak dan memberi ukiran pada cincin tersebut ‘Muhammad Rasulullah’. Cincin itu kemudian dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, hingga akhirnya cincin tersebut jatuh kedalam sumur Aris.

Keenam, lanjut Imam Syaukani, masalah terkait pakaian. “Hendaklah pakaian itu yang menutup aurat, berpakaian yang tidak memperlihatkan bentuk lekuk tubuh, tidak memakai pakaian yang melewati mata kaki,” tambahnya. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here