Inilah Lima Golongan Manusia Berdasar Kebermanfaatannya bagi Masyarakat

0
248
Foto Dr N. Faqih Syarif H. MSi penceramah ketika memberi materi diambil oleh fikri

KLIKMU.CO -Setiap Ahad pagi pekan pertama Majelis Tabligh PCM Krembangan mengadakan pengajian. Ahad (3/3) kali ini Masjid Al Qolam menjadi tempat berlangsungnya pengajian itu. Dr N. Faqih Syarif H. MSi menjadi penceramah di masjid yang berlokasi di Tambak Dalam Baru 2/27 tersebut. Pengajian dimulai pukul 07.00.

Ustaz Faqih meminta jamaah melihat surah Fathir ayat ke-32. Lantas, sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur tersebut menyimpulkan terjemahannya. “Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa ada tiga tipologi manusia berdasarkan amalnya. Ada manusia yang menzalimi diri sendiri, keburukan lebih banyak daripada kebaikan. Ada pula yang pertengahan, kebaikan dan keburukan sama. Golongan yang terakhir adalah sabiqumbilkhoirot, menjadi pelopor kebaikan,” ujarnya.

Tak cukup membagi tiga golongan saja, Ustaz Faqih juga menyampaikan bahwa ada lima golongan manusia berdasar kebermanfaatan dan kehadirannya di masyarakat. Lima golongan tersebut adalah manusia mubah, makruh, haram, sunah, dan wajib.

“Yang disebut manusia mubah adalah orang yang kehadirannya tidak dipedulikan. Ada tidaknya orang itu tidak dipedulikan oleh masyarakat dan tidak ada pengaruhnya. Onok gak onok ya wis. Ada gak di sekitar kita yang seperti itu?” jelasnya sambil diiringi tawa jamaah.

Setelah itu, Ustaz Faqih menjelaskan satu per satu makna tipe manusia yang lain. Manusia makruh adalah orang yang lebih baik tidak hadir, tetapi kalau hadir tidak apa-apa. Manusia haram adalah orang yang mengganggu bila hadir dan tidak disukai. Manusia sunah adalah orang yang bermanfaat ketika hadir dan bila tidak ada ya tidak masalah.

“Golongan yang terakhir adalah manusia wajib. Orang dengan tipe inilah yang sangat bermanfaat bagi umat. Di mana pun bisa menjadi cahaya dan pencerah masyarakat. Kehadirannya selalu dinantikan,” tuturnya.

Pengajian berakhir pukul 08.00. Suasana ceramah itu berlangsung sangat cair dan rileks. Hal itu dikarenakan Ustaz Faqih membawakan kajian dengan santai, tetapi lugas. (Fikri Fachrudin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here