Inilah Perbedaan Muhammadiyah dengan Salafi Menurut Prof Al Yasa Abubakar

0
15748
Prof Dr Al Yasa Abu Bakar MA saat Seminar Nasional Musyawarah Tarjih Muhammadiyah pada Ahad lalu (13/12/2020). (Tangkapan layar AS)

KLIKMU.CO – Perbedaan Muhammadiyah dengan salafi sempat dibahas oleh Prof Dr Al Yasa Abubakar MA dalam Seminar Nasional Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah XXXI pada Ahad lalu (13/12/2020). Menurut Prof Al Yasa Abubakar, perbedaan itu meliputi empat hal.

“Pertama, Muhammadiyah berorientasi ke masa depan, sedangkan salafiyah berorientasi ke masa lalu,” paparnya dalam seminar bertema Moderasi Keberagamaan dalam Konteks Indonesia Berkemajuan Perspektif Hukum Islam.

Selanjutnya, jika gerakan salafiyah menghormati atau meniru adat dan budaya Arab, Muhammadiyah tidak terpengaruh oleh adat dan budaya Arab. Dalam hal ini menyesuaikan dengan konteks Indonesia.

Ketiga, lanjut Prof Al Yasa Abubakar, Muhammadiyah mendorong perempuan untuk terlibat dalam urusan masyarakat, seperti gerakan Aisyiyah dan NA. Sementara itu, salafiyah lebih membatasi kegiatan perempuan di ranah publik alias hanya cuma di ranah domestik.

“Keempat, Muhammadiyah menerima dan memanfaatkan organisasi modern dan lembaga modern, sedangkan salafiyah  menolak organisasi dan lembaga modern,” ungkap ketua PW Muhammadiyah Aceh tersebut.

Selain itu, Prof Al Yasa Abubakar juga mengulas beda Al-Qur’an dengan tafsir Al-Qur’an. Setidaknya ada tujuh perbedaan.

Pertama, Al-Qur’an murni dari ilahi, sedangkan tafsir Al-Qur’an adalah campuran antara wahyu dan pikiran manusia. Kedua, kebenaran Al-Qur’an adalah absolut atau mutlak, sementara tafsirnya cenderung relatif.

“Ketiga, Al-Qur’an bersifat tunggal, sedangkan tafsir Al-Qur’an itu berbilang atau banyak ragamnya,” ujarnya.

Keempat, jika tafsir Al-Qur’an terikat oleh waktu alias temporal, Al-Qur’an sebaliknya, yaitu abadi. Kelima, Al-Qur’an itu bersiat universal dan tafsir Al-Qur’an terikat oleh tempat (lokal).

“Keenam, Al-Qur’an tidak tematis, sedangkan tafsir Al-Qur’an tematis dan sistematis. Terakhir, Al-Qur’an cenderung bersifat umum dan tafsir Al-Qur’an cenderung sudah terperinci dan praktis,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here