Inilah Tiga Ciri Manusia Kekasih Allah

0
2454
Cinta Sejati: Ketua Lazismu Sunarko memaparkan ciri ciri kekasih Allah swt. (Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Manusia bukanlah malaikat yang tidak pernah punya salah, dan ia juga bukan makhluk yang suci, sebab yang suci hanyalah Allah swt. Kurang lebih itulah yang bisa dipetik dari paparan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazizmu) Kota Surabaya, Sunarko, S.Ag MSi dalam Tausiah Subuh di Masjid Al-Furqan Jl. Platuk Donomulyo VI/9 Kenjeran Surabaya, Senin (28/5).

Mengutip surat Ali Imran ayat 133 dan 134, Sunarko menjelaskan ada 3 profil orang bertakwa dan menjadi kekasih Allah swt. Yang pertama ialah orang yang dermawan. Menurutnya, dengan sifat tersebut manusia sejatinya berhasil menerapkan inti ajaran Alquran dengan baik.

“Pertama, orang yang bertakwa adalah orang yang dermawan. Orang yang bertakwa itu ia tidak pelit. Ia tidak medit. Ia tidak bakhil, tetapi orang yang bertakwa itu ia dermawan, ia peduli kepada sesama dengan terus merefleksikan surat Almaun secara berkesinambungan baik dalam kondisi senang maupun dalam kondisi susah baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit,” papar pria yang juga Kasi Rehabilitasi Anak dan Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya ini.

Sunarko menambahkan, sejatinya kesadaran manusia untuk berinfaq tidak dipengaruhi kaya atau miskin. Hal itu, menurutnya, justru didasarkan pada kepekaan dan kepedulian sekitar.

“Contoh misalnya, orang kaya infaqnya 2 juta. Orang kaya biasa, infaqnya 20 ribu. Orang yang disempitkan rezekinya cukup 2 ribu. Ini juga bukan patokan, karena ada orang pemulung bisa berkorban dengan kambing yang besar. Tukang becak karena bentuk kesyukurannya kepada Allah, mensyukuri karunia Allah atas nikmat yang diberikan kepadanya, dari hasil becak dia tabung, dia bisa berkorban kambing bahkan ada yang sapi,” paparnya.

Menurut Sunarko, sifat yang kedua yakni sabar. Menurutnya sifat itu mengindikasikan bahwa seseorang benar-benar bertakwa.

“Kedua yaitu Sabar. Orang yang bertakwa adalah orang-orang yang bisa menahan amarahnya sekaligus mampu memaafkan kesalahan orang lain yang menyakitinya. Orang yang bertakwa bukanlah orang yang pendendam tapi pemaaf. Orang yang bertakwa itu berhati mulia,” tuturnya.

Ketiga, papar Sunarko yakni taubat. Dalam penjelasannya, ia mengutip Surat Ali Imron ayat 135, yang artinya, “Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui,” paparnya.

Di akhir tausiyahnya, ia berharap agar segenap umat Islam masuk kategori insane yang bertakwa dan bertakwa.

“Semoga kita termasuk profil orang yang bertaqwa; orang-orang yang selalu dermawan, sabar dan selalu mau bertaubat kepada Allah swt.,” tegasnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here