Inilah Tiga Model Pendidikan yang Tepat untuk Membenahi Moral Anak Zaman Sekarang

0
2987
Pengawas madrasah Kabupaten Jombang Drs Hadi Nur Rakhmad MPdI saat diwawancarai warcil MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir. (Zuly/Klikmu.co)

KLIKMU.CO

Mengisi liburan dengan kegiatan positif. Itulah yang dilakukan wartawan cilik (warcil) MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, “Madrasah Penghafal Al-Qur’an” dengan mengunjungi kantor Kemenag Jombang untuk menggali informasi-informasi tentang pendidikan.

Mereka berhasil melakukan wawancara dengan salah satu pengawas madrasah Kabupaten Jombang, yaitu Drs Hadi Nur Rakhmad MPdI, yang akrab disapa dengan Pak Hanuro, Selasa (31/12/2019). Wawancara dilakukan Cintia Nur Rahma dan Nana Safinatun Najah. Berikut petikannya.

Apa tujuan pendidikan yang ada di Indonesia ini?

Tujuan pendidikan di tanah air kita ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, kata kunci tujuan pendidikan kita adalah menjadi manusia yang cerdas, beriman, dan bertakwa.

Mengapa pendidikan kita selalu kalah dengan pendidikan di negara lain?

Tergantung dari sisi mana kita menilainya. Menurut saya bukan selalu kalah. Memang dari sisi lain, misalnya di bidang akademik, kita kalah dengan negara Finlandia, Jepang, Tiongkok, dan negara lainnya. Tapi, di bidang yang lain kita unggul di antara mereka. Banyak contohnya para pelajar Indonesia yang meraih kejuaraan tingkat dunia.

Menurut Bapak, model pendidikan yang seperti apa untuk membenahi moral anak muda zaman sekarang?

Model pendidikan yang tepat untuk membenahi moral anak muda zaman sekarang adalah model pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman yang didasari dengan pendidikan Islam. Pertama adalah pendidikan akhlak, baik di madrasah maupun di rumah. Kedua, pendidikan yang menekan pada aspek kognisi atau kemampuan berpikir. Dan yang ketiga adalah pendidikan skill atau keterampilan. Pendidikan akhlak itu sebagai dasar kehidupan manusia yang melahirkan kecerdasan emosional, baik hubungan dengan Allah SWT maupun kepada sesama. Kemudian, strategi dalam mengolah kecerdasan berpikir dan terlatih dalam keterampilan dalam pengembangan bakatnya dan pada akhirnya anak yang kelak hidup dapat bersaing di zamannya menjadi anak yang baik pintar dan trampil.

Bagaimana pendapat Bapak tentang menteri pendidikan dan kebudayaan baru Nadiem Makarim yang akan melakukan banyak perubahan, seperti guru tidak akan dibebankan dengan administrasi sekolah dan USBN akan dihapus?

Mas Nadiem Makarim adalah menteri muda yang usianya 35 tahun. Dia adalah ownernya Gojek. Apresiasi dari Pak Jokowi memilih menteri yang muda yang ditempatkan di menteri pendidikan. Pak Jokowi ingin ada sebuah pembaruan yang akan diberikan kepada Indonesia, karena ini zamannya 4.0. Ingin semua serbacanggih dengan istilah milenial. Artinya biar tidak kalah dengan negara lain, maka harus ada kemajuan yang luar biasa. Ingin Mas Nadim punya konsep, punya lompatan, dan program yang luar biasa dalam mendidik anak, seperti halnya beliau di Gojek. Semua serbadigital. Ada konsep gebrakan awal setelah dilantik menjadi menteri, yaitu 4 pokok-pokok kebijakan merdeka belajar, yaitu tentang USBN, UN, RPP dan PPDB. USBN diganti dengan asesmen yang hanya dilakukan oleh sekolah. Pelaksanaan UN terakhir tahun 2020 dan tahun selanjutnya diganti dengan asesmen kompetensi minimum atau survei karakter yang dilakukan pada kelas 4, 8, dan 11. Perihal RPP guru ada penyerdehanaan, yaitu hanya 1 lembar terdiri atas tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaan, dan penilaian. Sedangkan PPDB yaitu zonasi 50%, afirmasi 15%, mutasi 5%, dan prestasi 30%. Selanjutnya khusus perihal penyerdehanaan RPP yang dibuat oleh guru, memang menjadi beban tersendiri bagi guru. Tidak salah bila ada penelitian yang menyatakan bahwa 40% lebih guru disibukkan dengan persiapan administrasi, padahal mestinya yang mendapat porsi besar adalah pembelajaran tatap muka dengan siswa.

Apa harapan Bapak terhadap kebijakan perubahan menteri pendidikan yang baru ini?

Ketika ada aksi, pasti ada reaksi. Itu sudah hukum alam. Memang ada satu semboyan kalau ganti menteri ganti kebijakan, kalau tidak ganti kebijakan berarti bukan menteri namanya. Namun, bagi kita sebagai pemangku pendidikan yang paling bawah, ya mengikuti saja perkembangan-perkembangan dan saya yakin pasti akan berubah menjadi lebih baik. Saya yakin menteri-menteri baru itu pasti punya semangat yang bagus. Kita jangan berpikiran negatif dulu. Kita sambut gebrakan Pak Nadiem tentang pembaruan ini dengan berpikir positif.

Saya mendengar ada yang namanya Geramm. Mohon dijelaskan?

Geramm ini adalah kepanjangan dari gerakan ayo membangun madrasah. Madrasah ini harus bergerak, tidak boleh diam. Bergerak mengikuti perkembangan zaman, karena ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kita bersyukur karena di Jombang ini jumlah siswa madrasah secara kuantitaif relatif bertambah. Artinya bahwa trush (kepercayaan) masyarakat di Jombang atau bahkan Jawa Timur ini tinggi. Nah, untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, harus senantiasa berpikir, berupaya dengan keras apa lagi yang bisa diperbuat. Geramm adalah salah satu jawabannya. Jadi geramm ini suatu upaya untuk meningkatkan keunggulan madrasah. Ada 7 program Geramm, yaitu 4 program dalam pengelolaan madrasah, misalnya Gerakan Literasi Madrasah (GELEM), Madrasah Inovasi (GEMI), Madrasah sehat (GEMES), Gerakan Furudul ‘Ainiyah (GEFA), dan ada 3 program dalam peningkatan mutu pengelola, yaitu KATA SIGURU, KATA SIKAMAD dan KATA SIAWAS. Selanjutnya bahwa apa yang dilakukan oleh MI Muhammadiyah 10 ini adalah upaya melaksanakan salah satu program Geramm, yaitu madrasah inovasi dengan sebutan madrasah penghafal Al-Qur’an atau juga madrasah literasi yaitu dengan adanya wartawan cilik ini. (Zuly Ahsanul Bariyyah/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here