Inilah Tiga Sikap Seorang Muslim dalam Menyikapi Bencana Menurut Calon Walikota Surabaya

0
294
Pencerahan: Dr.Sukadiono(berpeci pegang mix) memberikan materi di pengajian Ahad pagi Muhammadiyah Rungkut.(Foto: Sulton)

KLIKMU.CO – Panti Asuhan Muhammadiyah Medokan Ayu, Rungkut Surabaya mendadak ramai, Ahad (20/10). Hal itu terjadi pasalnya, Dr. dr. Sukadiono MM., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang juga calon Walikota Kota Surabaya, memberikan ceramah kajian Ahad pagi kepada seluruh hadirin yang berjumlah 200 orang. Dalam kesempatan itu, pria yang menjabat sebagai Rektor UM Surabaya menjelaskan tema “Memandang dan Menyikapi Bencana”.

Menurut Sukadiono, bencana seringkali hadir dalam hidup manusia. Menurutnya, ada tiga penyebab yang menjadikan sebuah bencana itu bisa terjadi.

“Pertama bencana terjadi semata-mata karena hukum alam. Kedua bencana bisa terjadi juga karena perilaku manusia yang merusak alam sekitar. Dan yang ketiga, bencana terjadi juga sebagai fenomena sosial akibat konflik yang menyebabkan penderitaan manusia, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam kekerasan juga terlibat terkena imbasnya,” katanya.

Karenanya, sebuah bencana, menurut Sukadiono, patut diresapi sebagai sebuah teguran, yakni agar manusia selalu sabar dan beribadah. Ia menambahkan, dengan memperkokoh iman manusia tidak akan goyah, sebab setiap manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya, dan itu bentuk teguran Allah agar manusia berbenah.

Menghadapi itu, fikih kebencanaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyikapi dengan tiga hal. Yakni etis, antisipatif, dan teknis. Untuk etis, maksudnya umat manusia seyogianya memahami anjuran Alquran dalam surat Albaqarah ayat 153.

“Kedua antisipatif. Bencana yang dialami saudara kita, kita ikut serta memikirnya. Terbukti PWM jawa timur melalui LAZIZMU ikut serta merasakan hal itu, dan ikut nyumbang 4 miliar, 20 logistik dan 2 kontainer. Ini peringkat tertinggi dibandingkan daerah lain,” kata Sukadiono.

Yang terakhir teknis, ditengarai bahwa lempengan atau sesar, gejalanya masuk di wilayah Surabaya.

“Untuk itu diperlukan koordinasi pihak-pihak terkait, sehingga masyarakat mengetahui sejak dini. Sehingga tidak menimbulkan keresahan sebagaimana info yang beredar,” tambahnya.

Di akhir tausiyahnya, Sukadiono membagikan secara simbolis santunan kepada 153 warga binaan Panti Asuhan Muhammadiyah Medokan Ayu, Rungkut. Semoga bermanfaat, aamiin. (frd/sulton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here