Inilah yang Dibawa Muhammadiyah Kota Surabaya Audiensi Ke Muhammadiyah Jawa Timur

0
179
Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya

KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya siang ini akan melakukan audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Jum’at (6/7) di Kantor PWM jalan Kertomenanggal IV Surabaya.

Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag. Ketua PDM Kota Surabaya menuturkan, ada tiga poin yang akan dibawa ke PWM Jatim. Pertama, respon atas bom. Kedua, pemenangan Nadjib Hamid For DPD RI dan klrafirikasi atas inisiasi PWM yang akan membangun AUM Bidang Kesehatan, yakni Rumah Sakit yang berada di Wilayah Tandes.

Kehadiran bersama jajaran pimpinannya di kantor tersebut, kata Kyai Mahsun sebagai bentuk respon atas pasca bom yang akhir-akhir ini marak terjadi di Jawa Timur.

“Belum lama bom mencekam masyarakat Surabaya, kini yang terbaru muncul di Pasuruan. Dan saya kira Muhammadiyah harus hadir melakukan tindak preventif lebih intensif,” katanya.

Menurutnya, bahwa kejadian bom tersebut sengaja dibuat oleh fihak tertentu. Khawatirnya, lanjut Kyai Mahsun diplintirkan kemudian dituduhan kepada Persyarikatan.

“Awalnya memang khusus bom Surabaya, tetapi berkembang luas semua tindakan kekerasan yang mengatas namakan agama,” Imbuhnya inilah yang terjadi.

Padahal, sambung dia. menjelaskan bahwa prinsip gerakan dakwah Muhammadiyah ialah meneguhkan dan mencerahkan, mengedepankan islam wasathiyyah (moderat/ tengahan), tidak ekstrim kiri, tidak ekstrim kanan, tidak radikalis, dan tidak liberalis.

“Sekali lagi Muhammadiyah itu, santun, damai , tetapi tetap memegang prinsip aqidah yang benar,” kata Kyai Mahsun begitu sapaan akrabnya Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag berapi-api.

Dia menegaskan, agama (Islam), sangat menitik beratkan pada kepedulian dan kesadaran sosial, yakni kesadaran akan adanya ”orang lain” dan pengakuan terhadap eksistensi orang, masyarakat dan komunitas lain.

Lebih lanjut, katanya, kesadaran dan kepekaan sosial dalam al-Qur’an tidak hanya dimaksudkan untuk mengatasi belenggu kemiskinan (QS al-Maun) menjauhi konglomerasi (QS al-Takastur), ketidakadilan (QS. al-Nahl), tetapi juga menunjukkan kesadaran sosial yang lebih tajam, yakni keharusan untuk mengakui hak hidup orang dan komunitas lain yang kebetulan tidak se-aqidah dengan orang muslim dengan cara sanggup hidup berdampingan-bertetangga, bebas dari ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan (QS. al-Kafirun). (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here