Irfan Amalee, Kader Muhammadiyah Peraih Kick Andy Heroes 2021

0
147
Irfan Amalee usai menerima Kick Andy Heroes 2021. (Instagram Irfan Amalee)

KLIKMU.CO – Irfan Amalee, penggagas Peace Generation, salah satu agen perdamaian dunia, meraih penghargaan Kick Andy Heroes 2021, Ahad (21/3/2021). Penghargaan ini bertepatan dalam rangka ulang tahun ke-15 Kick Andy.

“Karena datang kesorean, saya tidak sempat ikut geladi. Kru Kick Andy memandu saya bagaimana nanti prosedur naik panggung,” kata Irfan Amalee dikutip dari Instagramnya.

Dalam acara tersebut, ada tujuh menteri yang hadir memberikan penghargaan kepada tujuh penerima Kick Andy Heroes, termasuk Irfan Amalee. “Bu Menteri Luar Negeri yang membacakan profil Peace Generation dan mempersilakan saya ke panggung,” lanjut kader muda Muhammadiyah tersebut.

“Saya hanya punya waktu tiga menit untuk mengucapkan terima kasih kepada ribuan orang di belakang saya dan Peace Generation,” terangnya.

Usai acara, tak lupa Irfan menghampiri Andy Noya, tuan rumah Kick Andy, untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas 15 tahun pengabdiannya membangun asa untuk Indonesia. Bagi, sosok Andy Noya begitu hangat, tulus, dan rendah hati. “Ini kali ketiga saya diundang ke acaranya. Setiap minta berfoto bersama, dia yang malah yang inisiatif untuk berselfie dengan gadgetnya,” ujarnya.

Andy Noya, menurut Irfan, telah bekerja menjaga asa untuk Indonesia. Saat media banyak mengangkat masalah, seolah negara ini penuh masalah, Andy Noya lewat Kick Andy-nya 52 minggu setahun selama 15 tahun tanpa jeda menghadirkan sosok-sosok penuh inspirasi yang bekerja dalam sunyi.

“Orang sering mengapresiasi hero. Tapi, kita sering lupa pada heroes maker, heroes supporters. Karena itu saya ingin berterima kasih kepada mereka,” paparnya.

Apa Itu Peacegen?

Dikutip dari lamannya, Peace Generation Indonesia atau biasa disebut Peacegen adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan perdamaian. Peacegen fokus pada pengembangan pelatihan perdamaian, media pembelajaran perdamaian, dan kegiatan kampanye serta aktivasi konten perdamaian.

“Kami berkomitmen untuk menyebarkan perdamaian dengan cara-cara yang ceria melalui media kreatif,” tulis laman tersebut.

Lahirnya Peace Generation berawal dari pertemuan antara Irfan AmaLee dan Eric Lincoln pada tahun 2006. Saat itu Eric menjadi guru bahasa Inggris di kantor Penerbit Mizan, tempat Irfan bekerja. Irfan menjadi salah satu siswa Eric. Di sela-sela belajar bahasa Inggris, Eric bertanya kepada siswanya tentang politik dunia.

“Irfan menjawab bahwa Amerika, tempat tinggal Eric, adalah sumber berbagai masalah. Saat itu Eric melihat Irfan sebagai seorang Taliban,” lanjutnya.

Namun, setelah itu, keduanya mulai berbincang tentang banyak hal. Di luar dugaan, ternyata Irfan tak sepenuhnya seperti yang Eric bayangkan. Juga dengan Irfan, ia menyadari bahwa Eric tak seperti kebanyakan orang Amerika yang ia bayangkan.

Mulai saat itu, semakin banyak yang mereka perbincangkan. Walau mereka memiliki perbedaan, terutama latar belakang, mereka juga memiliki banyak persamaan. Irfan dilahirkan di keluarga Muslim yang taat, begitu pun Eric yang juga dilahirkan di keluarga Kristen yang taat. Eric dan Irfan juga sama-sama tertarik di dunia pendidikan untuk remaja dan anak-anak.

“Akhirnya mereka berdua bersahabat dan pada tahun 2007 mereka mendirikan Peace Generation Indonesia dengan modul 12 nilai perdamaian yang mereka rancang bersama.”

Ke-12 nilai itu adalah menerima diri, prasangka, perbedaan etnis, perbedaan agama, perbedaan jenis kelamin, perbedaan status ekonomi, perbedaan kelompok atau geng, keanekaragaman, konflik, menolak kekerasan, mengakui kesalahan, dan yang terakhir adalah memberi maaf. Hingga saat ini, dengan menggunakan modul itu sudah banyak orang yang ditraining, mulai dari pelajar hingga para guru. Fasilitator yang telah ditraining banyak menerapkan modul ini di daerahnya masing-masing. Selain itu, 12 nilai tersebut juga diterapkan di berbagai program PeaceGen yang berkolaborasi dengan bermacam komunitas dan lembaga.

Irfan Amalee saat di acara Kick Andy. (Istimewa)

Pujian dari Prof Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir MSi turut bangga kepada Irfan Amalee atas kerja inovatif yang dilakukan. Muhammadiyah bangga memiliki kader yang mendapatkan pengakuan atas kerja-kerja inovatif dalam dunia pendidikan dan perdamaian di negeri tercinta, Indonesia.

“Semoga hal ini bisa menginspirasi kader Muhammadiyah dan masyarakat lainnya untuk menyuarakan perdamaian yang merupakan ruh agama Islam,” terangnya.

Haedar mengatakan, kiprah Irfan Amalee sejak aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah pada awal tahun 2000 telah mengampanyekan gerakan aktif tanpa kekerasan sebagai implementasi nuun walqalami wa maa yasturuun.

“Benih perdamaian sudah di tanam dan terus disirami oleh Irfan hingga melahirkan Peace Generation Indonesia yang sejak tahun 2007 hingga kini sudah 14 tahun program pendidikan perdamaian ini diterapkan dari Aceh hingga Papua, dan bahkan modulnya telah diadaptasi di Malaysia dan Filipina,” tutur Haedar dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Haedar mengatakan, Indonesia membutuhkan anak muda yang memiliki jiwa damai dan mencerahkan alam pikiran yang menyatukan dengan nilai fondasi Islam berkemajuan di tengah kecenderungan kekerasan atas nama apa pun yang dapat menjadi penghambat demi masa depan negeri dan kehidupan umat manusia semesta.

“Irfan merupakan alumi Darul Arqom Garut yang telah menginisaisi pesantren perdamaian di Garut. Pesantren tersebut merupakan model pendidikan yang menekankan nilai-nilai Islam yang berwawasan damai dalam bingkai rahmatan lil alamin. Semoga dapat menginspirasi Indonesia dan dunia,” kata Haedar. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here