Jabal Tarik, Profesor yang Hobi Sebar “Virus” Menanam kepada Warga Sekitar

0
1497
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ir H Jabal Tarik Ibrahim MSi saat di kebunnya. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Di sela kesibukannya mengajar, meneliti, dan mengabdi, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ir H Jabal Tarik Ibrahim MSi punya hobi yang tak bisa ditinggalkan: menanam. Di sekitar rumahnya, bersama warga RT 04/ RW 09 Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, Jabal menggerakkan warga untuk menanam. “Virus” ini ia sebar sejak hijrah ke Malang beberapa dekade silam.

Lahir dari keluarga petani di daerah Probolinggo, Jabal muda sudah sangat tertarik untuk mengembangkan pertanian di Indonesia. Kondisi petani yang kurang paham bagaimana mangatur pertanian menjadi titik fokus Jabal. Karena itulah, harapan yang telah dipupuknya sejak kecil kini diwujudkan. Dimulai dari lingkup terkecil di sekitar kediamannya, Jabal menebar misi khusus pertanian disamping menyalurkan hobi.

“Sejak kecil saya punya kebiasaan bertanam. Ketika punya rumah di Malang, saya kehilangan tempat untuk bertanam, maksudnya sawah dan tegalan. Akhirnya saya menanam di depan teras rumah. Ada tanah sedikit ukuran tiga kali lima belas meter. Melebar ke kavling sebelah yang kebetulan saya beli juga selebar 150 meter persegi,” kata guru besar bidang sosiologi pertanian itu saat dihubungi Selasa (3/6).

Sayur yang ia tanam beragam, seperti cabai, terong, sawi, kacang panjang, dan ketela pohon, bahkan pohon kelor. Kemudian, tanaman-tanaman tahunan di samping rumah sisi yang lain. Ada belimbing, belimbing wuluh, sirsak, dan sebagainya. Letaknya di luar rumah. Namun, siapa saja warga di wilayah kediamannya yang ingin mengambil, seluruh buahnya ia Ikhlaskan. “Semua free, semua boleh mengambilnya,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Jabal sangat pintar memanfaatkan lahan untuk dijadikan lahan pertanian. Di lahan kosong belakang rumah yang masih berupa semak-semak, kata dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM ini, ia bersama ketua RT yang kebetulan sarjana pertanian berinisiatif mengajak warga untuk membuat pertanian hidroponik yang dikelola oleh seluruh pengurus RT. Lubangnya dibuat agak banyak.

Ada lima ribu lubang yang dibiayai oleh ketua RT bersama beberapa pengurus RT yang lain. Karena kebetulan, ada warga di wilayah RT-nya yang juga hobi bertanam. Total ada lima orang yang hobi menanam kemudian merealisasikan ide untuk membuat pertanian hidroponik yang dikelola oleh pengurus RT setempat. Hasilnya akan dijual kepada warga atau pihak yang bisa membeli produk hidroponik yang non pestisida.

Lebih jauh Prof Jabal menjelaskan bahwa menguatkan ketahanan pangan di saat adanya pandemi Covid-19 sangatlah penting. Untuk menjadi salah satu topik pembahasan. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri serta meningkatkan produktivitas masyarakat di rumah. Misalnya, dengan berkebun sistem aquaponik dan hidroponik di rumah dan lahan terbatas. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here