Jadi Amal Jariyah Almarhum Ibu, Bilqist yang Wakili Sekolah di Wisuda Tahfidzul Qur’an

0
246
Bilqist foto bersama kepala SMP Muhammadiyah 7 di acara Wisuda Tahfidzul Qur'an. (Rukhan Asrori/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Bilqist Aghniya Nurbaity Bakhri adalah peserta didik dari Sekolahnya Para Pemimpin SMP Muhammadiyah 7 yang jadi satu-satunya wakil dalam Wisuda Tahfidzul Qur’an SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya Selasa siang (30/3/2021). Hal ini diungkapkan Ustadz Imam Sapari SHI MPdI, Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya, di sela-sela acara wisuda tahfidzul Qur’an semionline di SMA Muhammadiyah 2 Pucang Surabaya.

Ibu Cindy, tantenya Bilqist, saat diwawancarai oleh kontributor secara live chat memaparkan bahwa motivasi yang dibangun Bilqist adalah ketika seorang penghafal Al-Qur’an itu luar biasa. Bagi Bilqist, hal ini bisa mengangkat derajat orang tuanya di akhirat dan juga menjadi jariyah bagi almarhumah ibunya yang telah wafat.

“Bilqist sudah mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas 6 SD, terlebih saat setelah kepergian ibunya semakin menguatkan semangatnya untuk menghafal karena ingin mendapat pahala juga.

Bilqist bisa menghafal Al-Qur’an saat di masjid setiap waktu subuh bersama pembinanya. Tantenya menambahkan bahwa Bilqist selalu setor hafalan di masjid dan kalau di rumah dia menghafal saat waktu santai saja. Selama ini yang berperan penting saat menghafal Al-Qur’an selain pembinanya adalah Mbah Kung-nya ketika di rumah.

Selain itu, Bilqist juga dibina oleh para guru tahfidznya, Ustadz Moh Mustaqim SHum MFil.I dan Ustadz Wawan Irawan Al Hafidz selama pembelajaran secara daring maupun luring di sekolahnya di setiap hari Senin sampai Jumat. Hal ini juga merupakan salah satu program unggulan dari SMP Muhammadiyah 7 yang merupakan sekolahnya Bilqist hingga saat ini.

“Sebagai salah satu anggota keluarga dari Bilqist, keinginan kami adalah memiliki seorang anak yang hafal Al-Qur’an itu sangat luar biasa dan bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya di akhirat kelak nanti,”  katanya.

Selain itu, kiat-kiat yang dilakukan oleh Bilqist dalam menjaga hafalannya adalah selalu melakukan muroja’ah. Terkadang saat ada tugas yang harus diselesaikan  Bilqist tetap melaksanakan muroja’ah secara rutin.

Ia menambahkan, keluarga juga selalu menanamkan bahwa sebagai penghafal Al-Qur’an itu merupakan suatu tanggung jawab yang besar dan menyampaikan bahwa jangan sampai sengaja melupakan hafalannya. Hal ini jika dilakukan akan mendapatkan dosa besar, dan oleh karena itulah yang selalu ditakutkan oleh seorang Bilqist setiap harinya hingga saat ini.

“Semoga dengan hal ini bisa menjadi salah satu sumber pandangan bagaimana menjadi seorang penghafal Al-Qur’an itu tidak mudah dan memerlukan pengorbanan yang panjang serta selalu ingat akan dosa ketika sampai melupakan hafalannya bahkan tidak sampai mengamalkan kepada orang lain kelak nanti,” paparnya. (Rukhan Asrori/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here