Jagalah Alam, maka Alam pun Akan Menjaga Kita

0
331
Murid-murid SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (Mupat) bersama Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang menanam seribu pohon. (Afwan/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (Mupat) menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur untuk mengadakan penanaman seribu pohon yang bertempat di AMKE (area model konservasi edukasi), tepat di rest area Jalibar akota Batu, Sabtu (15/2/2020).

Kegiatan yang diprakarsai oleh SD Mupat ini diikuti seluruh SD Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Malang. Selain itu juga dihadiri berbagai komunitas pencinta lingkungan di area Malang Raya.

Selain diikuti peserta didik SD Muhammadiyah/Aisyiyah se-Kota Malang, juga diikuti oleh Gerakan Peduli Sekolah Mupat, wali peserta didik, MDMC, Maharesigana, Sahabat Bumi, Baskomas Malang Raya, BPBD Kota Malang, BPBD Batu, Navigator Indonesia, Babinsa Oro-Oro Ombo, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, dan kelompok Tani Hutan Panderman.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari gerakan sekolah Adiwiyata dan bentuk syukur kita kepada Allah karena sudah menciptakan alam yang indah. Untuk itu tugas kita menjaga dan melestarikan alam,” ucap Bu Hana, kepala SD Mupat.

“Pohon yang ditanam merupakan pohon yang tidak hanya meneduhkan, tetapi juga bisa menguntungkan. Di antaranya pohon sirsak, mangga, sawo, nangka, blimbing, durian dan masih banyak pohon buah lainnya,” ujarnya.

Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang yang diwakili Bapak Sa’adi Sidiq mengatakan, ini adalah kesempatan yang baik untuk beramal. “Jikalau seorang kakek-kakek tahu kalau besok hari kiamat akan datang, maka dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah untuk menjaga alam. Oleh sebab itu, menjaga alam tidak harus menunggu masa tua. Mari kita ajarkan sejak anak-anak kita kecil,” katanya.

SD Mupat sebagai sekolah Adiwiyata senantiasa terus bergerak mengajak seluruh warga tidak hanya yang ada di dalam sekolah, bahkan yang berada di luar sekolah.

“Dengan menjaga alam, alam akan menjaga kita karena pohon dapat meneduhkan dan mengayomi bagi mereka yang melestarikan lingkungan,” ujar Bu Amba selaku koordinator Adiwiyata.

Lebih dari 200 orang dari berbagai lembaga formal dan nonformal mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini bukan kegiatan musiman. Sebab, menjaga alam tidak harus menunggu alam rusak, tetapi harus dimulai dari sekarang. (Ah. Afwan/Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here