Jajanan Tradisional Bisa Jadi Wujud Bangga akan Keragaman

0
98
Para siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya bersama jajanan tradisional. (Andi/Klikmu.co)
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO – Memasuki seminggu pembelajaran di semester genap tahun pelajaran 2019/2020, siswa kelas 3 (A, B, C, D) SD Muhammadiyah 22 Surabaya menggelar festival jajanan tradisional pada Senin (13/1).

Para siswa cukup antusias membawa beragam jajanan sejak dari rumah. Mereka dibantu orang tua masing-masing. Sesampai di sekolah, anak-anak secara mandiri menata meja dan kursi di depan kelas. Demikian pula aneka jajanan yang dipajang dan tertata rapi.

Ustadz Budiono, salah seorang guru, menjelaskan bahan-bahan jajanan tradisional yang menyehatkan. “Di antaranya ada lemper, bubur, lepet, tiwul, donat, kue lapis, perut ayam, dadar gulung, getuk, dan lainnya,” ujarnya.

Ustdazah Marni menyampaikan, tujuan festival jajanan antara lain untuk mengenal dan menyukai keragaman jajanan tradisional.

Sementara itu, Ustadz Andi Hariyadi berusaha memotivasi siswa untuk mampu mempromosikan jajanan tradisional agar lebih tertarik mengonsumsinya.

Atha Mahesa dan Maulana, dua siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya, begitu kreatif saat mempromosikan aneka jajanan tradisional sambil bernyanyi dengan suara lantang. Acara festival jajanan pun semakin ramai dan menyenangkan.

Sekitar satu jam acara festival jajanan berlangsung, Ustadzah Ira mengajak para siswa untuk bisa berbagi jajanan dengan sesama teman. Lalu, dilanjut berbagi dengan mengunjungi tiap ruang kelas yang disambut oleh para guru dengan penuh kasih sayang.

Sementara itu, Kepala Sekolah Listianah, SEI berpesan agar anak-anak lebih menyukai jajanan tradisional. “Di samping murah dan menyehatkan, juga wujud bangga akan keragaman. Melalui jajanan tradisional, persaudaraan dan persatuan lebih dikuatkan,” katanya. (Andi H/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here