Jatam Lamongan Rancang Korporatisasi Pertanian Berbasis Jamaah

0
175
PDM Lamongan beserta pengurus Jatam. (Eko/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Lamongan kembali melakukan aksi setelah beberapa bulan vakum akibat pandemi Covid-19. Kali ini Jatam Lamongan mengadakan Pelatihan Pertanian Terpadu dan Standar Operasional Prosedur Budidaya Pisang Cavendis pada Rabu (12/8/2020) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kecamatan Laren.

Ketua PCM Laren KH As’ad dalam khotbah iftitah menyampaikan terima kasih bahwa PCM Laren dipercaya sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini sesungguhnya merupakan kegiatan untuk para petani Muhammadiyah Lamongan, namun kenyataannya yang hadir di sini juga banyak yang dari luar kota seperti Kediri, Malang, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Sidoarjo,” katanya.

“Sungguh ini merupakan suatu kehormatan bagi PCM Laren dan memohon maaf apabila fasilitas belum bisa sempurna. Mudah-mudahan acara pelatihan ini bisa mengurangi kejumudan dalam dunia pertanian akhir-akhir ini,” terang Kiai As’ad.

Senada dengan Kiai As’ad, Ketua Jatam Lamongan M. Muchsin menuturkan, target peserta yang hadir adalah 200. Namun, antusiasme masyarakat luar biasa dan peserta yang hadir hampir 300 orang dengan tetap memperhatikan adaptasi kebiasaan baru.

Lebih lanjut, Muchsin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan swadaya jamaah petani Muhammadiyah. Konsumsi yang disediakan merupakan hasil dari pertanian anggota sendiri sehingga acara ini oleh jamaah, dari jamaah, dan untuk jamaah.

“Dari kekuatan berjamaah inilah nantinya kita akan bangun korporatisasi pertanian berbasis jamaah,” ungkap Muchsin.

Sementara itu, Drs H Mat Iskan selaku Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Lamongan pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa dengan pelatihan ini diharapkan para petani yang telah menanam pisang cavendis sebanyak 10.000 pohon ini nanti hasilnya bisa mencapai kualitas grade A. Dengan begitu, akan sangat mudah terserap oleh pasar. Mantan anggota dewan yang akrab dipanggil Mbah Mat ini juga meminta petani untuk melakukan diversifikasi pertanian dengan harapan ada penghasilan yang bisa didapatkan secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

“Kita harus bisa belajar dari Jepang yang bangga dengan kepala tegak bila mengakui sebagai petani. Setidaknya ada tiga hal yang perlu kita lakukan, yaitu impor pengetahuan tentang pertanian, imitate atau meniru pertanian yang maju tersebut, kemudian kita improve atau kembangkan sesuai dengan daerah kita masing-masing,” tambah Ketua PDM Lamongan Drs H Shodikin MPd dalam sesi lainnya. (Eko/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here