Jatim Park Group Gandeng UMM Dirikan Jatim Park 4

0
2628
Founder and Owner Jawa Timur Park (JTP) Group, Paul Sastro Sendjojo, saat melakukan pertemuan awal dengan Dekan FPP UMM Dr Ir David Hermawan MP IPM. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Satu tempat wisata baru akan berdiri di Kota Batu. Jawa Timur Park (JTP) Group akan mendirikan Jatim Park 4 yang diberi nama Batu Love Garden di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Terkait pendirian objek wisata ini, Jatim Park Group menggandeng Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Founder and Owner Jawa Timur Park (JTP) Group, Paul Sastro Sendjojo, sudah melakukan pertemuan awal dengan Dekan FPP UMM Dr Ir David Hermawan MP IPM untuk membicarakan rencana pembangunan objek wisata baru ini.

David ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengaku kaget ketika dimintai oleh JTP Group untuk memberikan koreksi master plan terhadap pembangunan Batu Love Garden yang saat ini sedang berlangsung.

“Kita dimintai JTP Group untuk memberikan koreksi master plan Batu Love Garden mulai dari nama objek wisata itu sendiri hingga kontennya,” ujar David. FPP UMM diajak bekerja sama untuk bersama-sama merancang bangun, konten, hingga teknologi dari wahana yang akan dibangun di objek wisata ini.

Mulai dari Taman Bunga, Pasar Bunga, Rangkai Bunga dan Buah, Exhibition, Love Garden, Taman 1000 Air Mancur, Taman Dunia, Holtikultura, Nursery, hingga Flower Parade. “Ada taman buah-buah tropikal yang unik, taman sayur organik, taman bunga lainnya, hingga taman insecta yang mencerminkan subtansi etalase kultur Malang Raya sebagai Kota Bunga dan terkenal dengan buah-buahan dan sayuran,” kata David.

Jatim Park Group memilih menggandeng FPP UMM karena membutuhkan pengembangan wisata yang bisa memenuhi kebutuhan edukasi wisatawan. Selain didesain adanya taman bunga, buah, sayur, di dalamnya akan ada pasar ikan, ternak, bahkan burung.

Bahkan akan didesain juga tipe rumah percontohan untuk para pensiunan dengan luas tanah sekitar 150-200 M. Namun, sebelumnya sudah didesain rumah ketahanan pangan yang menggunakan model OHOP (One House One Pond), plus tanaman akuaponik lainnya, seperti yang sudah dikembangkan oleh Jurusan Perikanan FPP UMM dalam program penanggulangan stanting dan penyediaan protein tinggi bagi masyarakat urban maupun di pedasaan.

Bahkan jika memungkinkan, selain akan didirikan green house modern, ada area percontohan close house untuk ayam petelur yang dirancang secara digital. Diharapkan wahana ini menjadi tempat edukasi bagi petani dan peternak serta masyarakat yang peduli akan pangan nasional.

Di dalamnya juga akan dibangun tempat pembejaran berupa training center sebagai etalase edukasi pendidikannya. Pertimbangan lain alasan dipilihnya UMM sebagai mitra JTP Group, selain fokus dalam dunia pendidikan juga berpengalaman mengembangkan sayap bisnisnya.

“Sudah ada saling memahami tentang rencana kerja sama ini, menjadi tantangan bagi kami karena kita tidak hanya mengeluarkan scopus, tapi kini kita ditantang mengimplikasikan didunia riil, semoga bisa memenuhi ekspektasi pengusaha,” ujar David.

Menurutnya, FPP UMM memiliki sumber daya manusia yang bisa diterjunkan untuk pengembangan objek wisata ini. Mulai dari dosen yang ahli di bidang konstruksi, bidang teknologi dan inovasi seperti landskap, pertamanan, pertanian modern, hingga peternakan dan perikanan. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here