Jauh dari Sumbawa, Kepala SMA Muhammadiyah Alas Belajar ke Duo Smamda

0
2942
Budi Sutriadi Syahbana (tengah) diapit Astajab dan Wigatiningsih. (Ernam/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ingin hebat, harus punya mentor dahsyat. Itulah yang melatarbelakangi Budi Sutriadi Syahbana, kepala SMA Muhammadiyah Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, silaturahmi ke Twice Smamda, Smamda Sidoarjo dan Smamda Surabaya, Kamis dan Jumat (25/3/2021). “Saat kami cari sekolah favorit di Jawa Timur, yang muncul ya dua Smamda ini,” ujar Budi.

Sambil menyelam minum air. Itulah yang dilakukan Budi. Ngangsuh kaweruh, belajar menjadi hebat kepada sekolah hebat. “Kami ingin pulang membawa banyak oleh-oleh yang bisa kami terapkan di sekolah kami agar kami juga menjadi hebat,” lanjut pendekar Tapak Suci itu.

Jauh dari Harapan

SMA Muhammadiyah Alas terletak di Kecamatan Alas. Jarak tempuh ke kota/kabupaten sekitar satu jam dengan kendaraan bermotor. Sedangkan untuk sampai di ibu kota provinsi harus menyeberang laut. “Sekolah kami berdiri tahun 1988. Sempat naik turun kini tinggal enam rombel,” kenang alumnus Muallimin Jogja itu.

Tugas berat yang sedang menunggu saat ini adalah penerimaan peserta didik baru. Apalagi yang akan lulus tahun ini ada tiga rombel. Berarti tinggal tiga rombel. Dua rombel kelas XI dan satu rombel X.

“Sudah kami hitung jumlah siswa yang akan lulus SMP setelah dibagi ke sekolah SMA dan SMK negeri tinggal dua kelas. Sementara SMK buka jurusan baru paling tidak dua kelas, lalu ke mana kami cari murid?,” tanyanya waswas.

Mulai dari Kecil

Astajab, kepala Smamda Surabaya, dan Wigatiningsih,  kepala Smamda Sidoarjo, memberikan trik khusus. Astajab yang alumnus Smamda Surabaya marasakan bahwa dulu hanya ada dua rombel. “SPP waktu masih 8 ribu rupiah. Masih sangat murah,” ujarnya. Lambat laun Smamda Surabaya menjadi besar sehingga menjadi sekolah favorit seperti yang terlihat saat ini.

Sementara, Wigatiningsih memberikan kiat, yaitu tekun dan kreatif. Buat branding yang beda dan buat lompatan jauh ke depan. “Baca bukunya Munif Chatib. Buat saja baliho besar, SMA Muhammadiyah Alas, sekolahnya manusia. Ini akan menjadi daya tarik,” tegas pendekar Tapak Suci itu.

Selain ke Twice Smamda, Budi dan tim hari ini (27/3/2021) dengan difasilitasi Smamda Sidoarjo silaturahmi ke Gresik, yakni di SMAM 1 dan Smamio. (Ernam/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here