Jejak Langkah Kader Muhammadiyah

0
1038
Sumber: kisah muslim

Oleh: Daffa Salsabila Putra

Kabid Tabligh IMM Al Farabi UIN Sunan Ampel Surabaya

KLIKMU.CO

Muhammadiyah adalah organisasi dan gerakan orang-orang yang mencintai dan ingin mengikuti jejak dan ajaran Muhammad SAW, Nabi sekaligus Rasul penutup. Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar, yang ingin mengamalkan ajaran Islam guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kini, usia Muhammadiyah sudah melewati satu abad. Amal usahanya cukup banyak. Perannya sudah banyak dirasakan oleh umat dan bangsa. Kontribusinya pada umat dan bangsa cukup banyak. Mulai dari pemikirannya (tentang pembaruan), pilihannya pada sumber asli Al-Qur’an dan As Sunnah, sampai pada model-model pengamalan Islam dalam bidang tabligh, pendidikan, kesehatan, sosial, dan lain-lain, telah banyak dirasakan bagi masyarakat dan Negara.

Dibutuhkan regenerasi untuk melanjutkan jalannya roda persyarikatan yang diwujudkan dengan adanya suatu usaha perkaderan bagi anggota Muhammadiyah. Tujuannya tak lain untuk membentuk anggota Muhammadiyah yang loyal agar dapat bergerak memimpin persyarikatan.

Maka dari itu, pengertian kader Muhammadiyah adalah anggota Muhammadiyah teladan. Keteladanannya ditunjukkan dengan kepribadiannya yang bertauhid murni, berakhlak mulia, taat beribadah, bermuamalat secara Islami, dan berhasil mewujudkan kebiasaan-kebiasaan yang mengantarkannya menjadi seorang pribadi muslim yang sebenar-benarnya.

Ia memiliki keyakinan yang mantap dalam bertauhid yang murni, yakni berupa pembebasan diri dari segala hal yang dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perbuatannya kecuali yang berasal dari Allah. Laa ilaaha illallah adalah pernyataan pembebasan dari segala hal kecuali hanya yang berasal dari Allah. Ia menjadi sangat merdeka karena segala bentuk ikatannya kepada apa pun dan siapa pun didasarkan sepenuhnya kepada Allah. Ia tidak takut kepada apa pun, tidak mau terikat dengan siapa pun, kecuali kepada Allah dan segala aturan-Nya. Ia beriman pula kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, takdir baik dan takdir buruk.

Dalam kehidupan kesehariannya, ia senantiasa meningkatkan kualitas akhlak mulianya dan mengikis habis akhlak tercelanya. Ia selalu mengembangkan dirinya menjadi semakin jujur, amanah, sabar, istiqamah, iffah, tawaduk, pemaaf, dermawan, berani, bermujahadah, dan semua sifat akhlak mulia lainnya. Ia juga mengikis habis akhlak tercelanya seperti bohong, khianat, mudah marah, tergesa-gesa, sombong, dendam, takut, kikir, dan lain-lain. Apabila muncul akhlak tercela tersebut, ia cepat beristigfar kepada Allah, minta maaf kepada yang bersangkutan. Bersyukur adalah kebiasaannya.

Setiap capaian yang baik, ia bersyukur kepada Allah. Demikian pula ketika berhasil menyingkirkan yang buruk, ia juga bersyukur. Ia yakin kekuatan syukur menarik anugerah Allah yang lebih besar lagi menghampirinya. Dengan bersyukur, ia akan berkembang terus menuju puncak kepribadian yang mulia.

Kader adalah anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan pimpinan serta mendampingi di sekitar pimpinan. Kader bisa berarti pula sebagai jantung suatu organisasi. Jika kader dalam sebuah kepemimpinan lemah, seluruh kekuatan kepemimpinan juga akan lemah. Kader berarti pula pasukan inti. Daya juang pasukan inti ini sangat tergantung dari nilai kadernya yang berkualitas, berwawasan, militan, dan penuh semangat. Kader merupakan kelompok manusia yang terbaik karena terpilih, menjadi tulang punggung dari kelompok yang lebih besar dan terorganisiasi secara permanen.

1. Inti adalah bagian yang utama, yang penting peranannya dalam suatu proses atau pelaksanaan kerja.
2. Inti adalah pusat kendali bagi lingkungannya. Ibarat sebuah sel, ia akan berfungsi dengan baik apabila intinya sehat. Kader Muhammadiyah adalah anggota inti yang diorganisasi secara permanen dan berkemampuan dalam menjalankan tugas serta misi di lingkungan persyarikatan, umat, dan bangsa guna mencapai tujuan Muhammadiyah.
3 Kader Muhammadiyah adalah anggota Muhammadiyah yang telah mengikuti perkaderan Muhammadiyah, memiliki integritas dan kompetensi, serta mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai kader.
Anggota Muhammadiyah yang telah menyelesaikan perkaderan Darul Arqam atau serial Baitul Arqam dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai kader, namun apabila ia belum melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai kader, ia belumlah termasuk kader. Ia menjadi kader apabila telah meninggalkan jejak-jejak yang dapat dilihat dengan nyata dalam menjalankan tugasnya sebagai kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

Maka, Muhammadiyah melalui ortomnya senantiasa mengupayakan dakwah amar maruf nahi munkar bagi seluruh elemen masyarakat Kader IPM bukan hanya yang mampu sukses menggerakkan para pelajar untuk ikut kegiatannya seperti fortasi dan lain-lain. Tapi juga yang mampu menggerakkan para pelajar untuk belajar agama tanpa meninggalkan belajar ilmu umum.

Kader IMM bukan hanya mampu menggerakkan massa untuk unjuk rasa dan berkobar dalam berorasi. Tetapi yang mampu menggerakkan massa untuk shalat berjamaah di masjid, menjadi imam shalat dan berkhotbah Jumat.

Kader Pemuda Muhammadiyah bukan hanya mampu menggerakkan para pemuda, dan berperan dalam memelihara dan menjaga persatuan bangsa, tapi juga yang mampu memelihara dan menjaga keimanan dalam diri dan sekitarnya.

Kader KOKAM bukan hanya yang mampu menjaga keamanan setiap acara persyarikatan, atau yang gagah perwira dengan seragam khas dorengnya. Tetapi juga yang mampu dan mau ikut mendengarkan pengajian, menjaga shalat berjamaah lima waktu di masjid, dan tidak meninggalkan pakaian taqwa.

Kader Tapak Suci bukan hanya yang mampu melatih diri, memakai dan hafal dengan beragam teknik bela diri dengan sempurna, tetapi juga mereka yang mampu melatih diri untuk menjalankan ibadah dan mengamalkan gerakan shalat dengan sempurna.

Kader Hizbul Wathan bukan hanya yang mengerti tentang sandi dan dekat dengan alam sekitar, serta selalu disiplin dengan aturan yang ada. Tetapi juga mereka yang hafal Al-Qur’an walaupun sedikit demi sedikit, perlahan dan perlahan, dan segera siap siaga memenuhi panggilan shalat, dan disiplin dengan aturan agama.

Maka, peran kader ortom juga sebagai kader persyarikatan, ia harus meninggalkan jejak berupa keteladanan, dan berada orbit gerakan. Sebagai kader umat, ia meninggalkan jejak berupa perannya dalam membina kehidupan beragama, ukhuwah, dan sosial ekonomi umat Islam. Sebagai kader bangsa ia meninggalkan jejak berupa perannya dalam mengaktualisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa.

Kader Muhammadiyah adalah kader Islam. Kader Islam adalah muslim yang siap membawa cerahnya Islam ini ke seluruh alam, membawa peradaban Islam menjadi lebih baik sesuai dengan peran masing-masing. Karena maju mundurnya nilai-nilai perkaderan saat ini akan menentukan Muhammadiyah di masa yang akan datang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here