Jelang Ramadhan, Persiapan Apa Saja yang Kita Kondisikan

0
1295
Tarhib Ramadhan: betapa pentingnya setiap muslim mengkondisikan diri menyambut ramadhan.(Foto: Suwanto)

KLIKMU.CO – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terus mengepakkan sayap dakwahnya dari masjid ke masjid Muhammadiyah se-Surabaya. Kali ini Masjid Al-Muttaqin Jl Jemur Gayungan, Surabaya mendapat kesempatan dilaksanakannya acara..

Hadir dalam kegiatan safari Subuh, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya Nafi’uddin, yang sekaligus didapuk sebagai pemateri. Dalam kesempatan yang dilakukan Sabtu kemarin (5/), ia menyampaikan materi bertema “persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H”.

Nafi’uddin manjelaskan, dalam menyikapi datangnya bulan Ramadhan persiapan yang terukur menjadi tolok ukur keberhasilan individu.

“Kita akan memperoleh hasil yang berbeda manakala kita menyiapkannya dengan baik dari pada tanpa persiapan,” paparnya

Ia menambahkan, persiapan rohani dan jasmani juga menjadi faktor penting yang dibutuhkan saat menjalani ibadah Puasa Ramadhan. Kondisi fisik yang prima, lanjutnya, akan membuat seseorang dapat menjalani ibadah dengan khusuk.

“Dalam semua ibadah ketika kondisi tidak sehat, ibadah tidak bisa tenang dan khusu’ sehingga hasilnya kurang maksimal. Apalagi Ramadhan bulan yang penuh dengan nilai ibadah harus bisa dimaksimalkan dengan pelaksanaan yang fit dengan kondisi badan yang sehat,” tambahnya.

Ustadz Nafi’, biasa dipanggil melanjutkan persiapan rohani (hati) juga harus dimantabkan. Caranya, dengan menjauhkan diri dari keterlibatan terhadap perasaan tidak nyaman dengan sesama. Sebab, perkara tersebut dapat mengganggu kekhusukan beribadah.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan menjaga hati. Ini harus dijauhkan dari diri kita supaya tidak punya perasaan tidak nyaman dengan sesama. Karena ini akan mengganggu dan merusak kekhusukan ibadah Ramadhan. Karena itulah beban dan kondisi hati yang tidak nyaman (sehat) harus diselesaikan sebelum Ramadhan. Agar bisa beribadah di bulan ramadhan dengan khusuk,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Nafi’ menyampaikan doa yang ada di surat Al-hasyr ayat 10. Yang artinya, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (Nafi’/Habibie/Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here