Jelang USBK dan UNBK, SMPM 11 Adakan Doa Bersama dan Pembinaan Spiritual

0
150
Ferry Yudi Antonis Saputro saat memberikan pembinaan spiritual. (Fikri/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan UNBK tinggal menghitung hari. Untuk kelancaran ujian tersebut, para siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 11 beserta orang tuanya melakukan doa bersama pada Sabtu (14/3). Selain doa bersama, ada pula pembinaan spiritual yang dibawakan oleh Ferry Yudi Antonis Saputro SHI MPdI.

Bertempat di Masjid At Taqwa, Alun-Alun Bangunsari Selatan 7-9, acara dimulai pukul 08.00. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an Albaqarah ayat ke-1 sampai ke-20 menjadi rangkaian acara pembuka. Siswa kelas 9-D Bintang Ramadhan menjadi pembaca ayat tersebut, sedangkan Fiorenata Aura Tri Carista siswi kelas 7-D menjadi penerjemahnya.

Setelah itu, ada sambutan dari Ketua Majelis Dikdasmen PCM Krembangan Izza Anshori MT. Dalam sambutannya, Izza mengatakan bahwa ikhtiar dan doa yang dijalani selama tiga tahun menempuh pendidikan merupakan jalan menuju kesuksesan dalam hal USBK maupun UNBK. “Doa adalah senjata orang beriman. Doa juga perlu didorong dengan rajin bersedekah supaya doa lebih terijabah,” ucapnya.

Kepala SMPM 11 Arief Himawan SPdI pun juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Arief mengatakan bahwa barometer siswa yang sukses adalah siswa yang awalnya tidak paham menjadi paham, tidak bisa menjadi bisa, dan berakhlak buruk menjadi baik. “Mohon Bapak Ibu sekalian menjaga anaknya supaya tidak terpengaruh lingkungan yang buruk,” imbuhnya.

Acara inti pun dimulai. Ferry mengatakan bahwa ujian bukan akhir dari segalanya. “Masih banyak proses yang harus dilalui setelah itu,” tambahnya. Setelah itu, aktivis Muhammadiyah itu mencontohkan perbedaan manusia dan hewan menggunakan sebuah ilustrasi.

Cheetah, buaya, dan gajah dijadikan sebagai ilustrasi dalam penjelasan tersebut. Tiga hewan itu memiliki kemampuan luar biasa. Namun, kemampuan itu tidak bisa ditingkatkan. Berbeda dengan manusia, kemampuan makhluk paling mulia itu bisa ditingkatkan melalui pengembangan potensi akal. “Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal,” tegasnya.

Setelah itu, Ketua MPS PDM Surabaya itu menayangkan video dan foto tentang kecanggihan zaman modern. Setiap orang harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut. “Bila tidak bisa atau tidak mau beradaptasi, akan terlindas oleh perubahan,” jelasnya. Meskipun begitu, orang tua harus tetap mengontrol penggunaan gawai anaknya.

Guru SMPN 16 Surabaya itu lalu menayangkan foto tentang fenomena keluarga digital. Fenomena yang dimaksud adalah ketika semua orang dalam keluarga itu terlalu sering memakai gawai sehingga berakibat buruk. Ditunjukkan pula fenomena anak SD yang menjadi budak cinta (bucin), fenomena merokok, narkoba, dan transgender. Ferry lantas menunjukkan budaya orang Jepang dan Finlandia yang jauh berbeda dengan orang Indonesia.

Kemudian, ustaz berkacamata itu menjelaskan bahwa keluarga harus saling menguatkan. Anak harus patuh terhadap orang tua. Di sisi lain, orang tua juga harus mendukung anak melalui perkataan dan perbuatan. “Orang tua bukan superman. Maka, jadikan keluarga sebagai super team,” ujarnya.

Usai penjelasan tersebut, doa bersama dan renungan pun dimulai. Para siswa duduk di sisi orang tuanya. Sambil memejamkan mata, para siswa dan orang tua tampak menghayati setiap kata dari ustaz Ferry. Tak sedikit dari para siswa yang meneteskan air mata sambil mencium tangan orang tuanya.

Para siswa juga memohon restu kepada orang tua supaya ujiannya dilancarkan. Setelah itu, mereka memohon restu juga kepada para guru. Suasana tampak begitu mengharukan. Kegiatan itu menjadi penanda berakhirnya acara di masjid At Taqwa tersebut. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here