Joyfull Learning: Belajar Menyenangkan yang Bisa Tingkatkan Energi Menulis

0
479
Pediapendidikan.com

Oleh: Febri Irawan

KLIKMU.CO

Sebagai pendidik masa kini, guru harus mampu menjadi sekreatif mungkin dalam mengemas pembelajaran. Hal itu bukan tanpa alasan. Pada era ini, peserta didik lebih sering sibuk dengan telepon genggamnya. Hal itu pula tentunya tidak terlepas dari pengaruh perkembangan zaman yang tidak bisa kita hindari. Sebagai seorang pendidik tentunya tidak bisa hanya menuntut peserta didik. Guru sebagai seorang pengajar juga harus pandai-pandai dalam mengatur jalannya pembelajaran agar menjadi efektif. Keterampilan mengatur suasana belajar menjadi penting agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan agar peserta didik tidak merasa bosan dengan metode yang digunakan guru.

Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Muhammadiyah 2 Malang, materi yang paling membuat siswa bosan adalah materi menulis teks cerita fantasi. Pembelajaran menulis teks cerita fantasi sangat penting, namun berdasarkan realita sebagian besar siswa mengalami kendala dalam penerapannya. Salah satu tingkatan pendidikan yang sering mengalami kendala ini adalah pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII.

Pengamatan yang pernah dilakukan pada siswa kelas VII SMP menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kendala dalam memproduksi teks cerita fantasi. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab. Faktor tersebut, antara lain, pertama proses pembelajaran yang terjadi di kelas masih monoton. Dalam kasus ini, guru kurang variatif dalam memilih metode pembelajaran sehingga siswa merasa bosan, tidak termotivasi, dan tidak tertarik mengikuti pembelajaran menulis teks cerita fantasi. Proses belajar yang demikian kurang mendapatkan hasil maksimal karena guru tidak memberikan bimbingan menulis teks cerita fantasi.

Kedua, pembelajaran menulis kreatif teks cerita fantasi sering dianggap tidak menarik oleh sebagian siswa. Minat siswa dalam menulis sangat rendah karena banyaknya siswa yang beranggapan bahwa menulis merupakan hal yang sangat sulit. Siswa merasa enggan belajar menulis, khususnya menulis teks cerita fantasi, karena mengalami banyak kesulitan. Kesulitan tersebut di antaranya kesulitan dalam menentukan tema cerita serta kesulitan dalam memperoleh ide dan mengembangkannya menjadi sebuah cerita. Selain itu, siswa juga merasa jenuh dengan penjelasan teori yang diberikan oleh guru sehingga berpengaruh pada motivasi siswa dalam menulis.

Kurangnya motivasi dan ketertarikan siswa sangat berpengaruh pada pengembangan kreativitas dan imajinasi siswa dalam menulis teks cerita fantasi. Melihat fenomena tersebut, kegiatan menulis belum terlaksana seperti yang diharapkan. Untuk kemampuan berbahasa Indonesia, terutama kemampuan menulis, diperlukan sebuah strategi yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan metode Joyfull Learning (pembelajaran yang menyenangkan).

Fatoni mengatakan bahwa saat ini di berbagai negara sedang tren dan semangat mengembangkan Joyful Learning dan Meaningful Learning, yaitu dengan menciptakan kondisi pembelajaran sedemikian rupa sehingga anak didik menjadi betah di kelas karena pembelajaran yang dijalani menyenangkan dan bermakna. Penggunaan metode pembelajaran ini akan membantu guru dan siswa untuk bersikap kreatif, berpikir kritis, memiliki kepekaan, serta lebih mempertajam daya pikir dan imajinasi siswa.

Menurut Asmani, Joyful Learning merupakan suatu proses pembelajaran atau pengalaman belajar yang dapat membuat peserta didik merasakan kenikmatan dalam skenario belajar atau proses pembelajaran yang dibuat oleh guru. Pembelajaran ini mengharuskan guru untuk menciptakan suatu pembelajaran yang menyenangkan dan menarik sehingga dapat merangsang peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Umami yang menyatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan (joyfull) dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa. Ketika peserta didik memiliki antusiasme dan persepsi yang menyenangkan selama proses pembelajaran, motivasi belajar mereka akan meningkat dan prestasi belajar mereka akan menjadi baik. Selain itu, pembelajaran Joyfull Learning memiliki pengaruh yang sangat bagus terhadap respons belajar siswa.

Strategi pembelajaran Joyful Learning harus memiliki konsep bahwa pembelajaran yang dilakukan harus berpusat pada siswa dan bersifat menyenangkan, sehingga selama proses pembelajaran berlangsung siswa diarahkan untuk dapat terlibat aktif dan memegang peran penting dalam pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru. Selain itu, dua unsur tersebut harus ada dalam strategi pembelajaran ini karena dapat menjadikan suatu motivasi positif kepada siswa untuk dapat belajar secara mandiri dan tanpa beban. Adanya rasa menyenangkan dalam model pembelajaran ini dapat menjadikan siswa memiliki dorongan untuk selalu ingin tahu dan berusaha mencari tahu.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi pembelajaran Joyfull Learning menurut Catharinacatur antara lain berkaitan dengan sifat yang dimiliki siswa, pengenalan siswa secara perseorangan, pemanfaatan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar, pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan pemecahan masalah, pengembangan ruang kelas yang menyenangkan, serta pemanfaatan lingkungan sebagai sarana dan sumber belajar.

Sudah saatnya guru mulai mengubah dan mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan. Guru juga harus mampu membangun suasana belajar yang menyenangkan. Joyfull Learning dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembentukan suasana belajar yang menyenangkan. Metode yang sudah banyak diuji coba dan diteliti. Hasil dari penerapannya pun cukup signifikan. Hasil belajar siswa perlahan meningkat, dan hubungan baik antara guru dan siswa pun membaik. Itu, salah satunya, berkat suasana menyenangkan dalam belajar yang diciptakan oleh guru.

Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here