Jozeph Tantang Debat Menag, Anwar Abbas: Tak Perlu Diladeni, Memangnya Dia Siapa?

0
233
Anwar Abbas. (foto: Indonesiainside/Ahmad ZR)

KLIKMU.CO – Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono kembali berulah. Kali ini, pria yang kini tinggal di Jerman tersebut menantang debat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

“Salah saya di mana ketika saya mengkritisi dan menganggap diri saya nabi dan saya meluruskan ajaran nabi sebelum saya. Nggak salah dong, itu kan tafsir saya. Kalau saya salah, Gus Yaqut ayo debat sama saya kalau bilang (Nabi) Muhammad nggak salah,” kata dalam video YouTube-nya yang diunggah, Selasa (20/4/2021).

“Pak Menteri Gus Yaqut, harusnya Pak Menteri ngomongnya nggak begitu, ‘Oke Paul, saya kerjakan GKI Yasmin dan gereja-gereja lain yang ditutup saya buka, tapi lu berhenti ya, jangan bicara gitu’. Oh ya pasti saya akan berhenti, artinya memang ada tindakan nyata,” lanjutnya.

Dia juga mengaku dirinya lebih Pancasilais daripada Menag. Paul juga mengklaim dirinya memiliki sertifikat sebagai pastor. Hal itu mengomentari pernyataan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom yang meragukan gelar pendetanya.

Dia juga semakin ngawur bahwa mau menjadi pendeta, mau menjadi nabi, itu adalah hak dirinya. Tidak  boleh ada yang melarangnya. “Makanya kalau saya kata pendeta, itu ada lagi sesuatu, di sertifikat saya tulisnya pastor,” ucapnya.

“Ya, itu hak Pak Gultom, bilang nabi palsu. Wong saya juga nggak kenal dia, ngapain juga saya tunjukkan keaslian saya. Kamu nggak ada urusan juga,” tandasnya.

Namun, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan bahwa tantangan dan ajakan debat dari Jozeph diabaikan saja. Tidak perlu diladeni.

”Untuk apa diladeni Menag. Memangnya dia (Jozeph, Red) siapa?” kata Anwar Abbas.

Menurutnya, tindakan penista agama ini jelas-jelas melanggar konstitusi Indonesia, khususnya UUD pasal 29 ayat 2. “Polisi sudah menjerat Jozeph Paul Zhang dengan pasal penodaan agama serta pelanggaran UU ITE. Sekarang kita tunggu saja polisi menangkapnya dan membawa ke tanah air,” jelas ketua PP Muhammadiyah itu, dikutip dari Jawa Pos.

Bantuan Interpol

Sementara itu, Jozeph Paul Zhang diketahui telah menanggalkan statusnya sebagai warga negara Indonesia (WNI). Polri pun meminta bantuan Interpol untuk melacak keberadaannya dengan mengajukan red notice.

”Dari hasil rapat (bersama) imigrasi, kami upayakan mengajukan red notice ke Interpol,” ujar Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Adrianto.

Dengan bantuan Interpol, gerak Jozeph semakin sempit. Negara-negara yang masuk Interpol juga akan menolak kalau yang bersangkutan datang ke sana. Paspor Jozeph juga dipertimbangkan untuk dicabut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga diminta menutup saluran-saluran media sosial (medsos) yang digunakan Jozeph. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here