JPPR Jatim: KPU Harus Dongkrak Antusiasme Warga di Pilkada Surabaya

0
244
Foto diambil dari Detiknews

KLIKMU.CO – Pesta demokrasi Surabaya yang ditetapkan jatuh pada 9 Desember 2020 semakin dekat. Nama-nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota pun sudah mengerucut pada dua calon. Antusiasme warga Surabaya dalam menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) tergolong cukup tinggi karena pertarungan Pilkada Surabaya 2020 kali ini mencari pengganti sosok Bu Risma yang banyak melakukan perubahan di Surabaya.

“Ya, wajar jika pilkada Surabaya tahun ini disambut meriah oleh warga Surabaya karena warga Surabaya tidak ingin salah menjatuhkan pilihan pada pemimpin yang akan meneruskan kemajuan Surabaya pasca-Bu Risma,” ungkap Bahrul Amiq, wakil ketua JPPR Jawa Timur, Sabtu lalu (29/8).

Pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan telah dilaksanakan oleh PPS. Dalam waktu dekat ini juga segera ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilkada Surabaya 2020.

“PPS dan PPK telah melaksanakan tugasnya dan akan masih berlanjut dalam mengawal pilkada di Surabaya. Saya rasa jerih payah teman-teman PPS dan PPK patut mendapat apresiasi. Oleh karena itu, mari kita kawal pilkada Surabaya ini dengan tertib dan yang paling penting jangan sampai kita sebagai warga Surabaya tidak menggunakan hak pilih,” tegas Cak Amiq, sapaan akrabnya.

Bahrul Amiq juga mengungkapkan kegalauannya tentang antusiasme warga Surabaya dalam menyambut Pilkada 2020. Menurut dia, antusiasme warga Surabaya masih pada tataran penasaran siapa pemimpin Surabaya pasca-Bu Risma. “Saya sempat galau memang melihat antusiasme warga Surabaya dalam menyambut pilkada tahun ini. Saya khawatir antusiasme yang muncul dari warga Surabaya sekadar euforia penasaran tentang siapa pemimpin Surabaya pasca-Bu Risma,” tutur pria yang pernah menjabat ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Surabaya itu.

Bahrul Amiq pun berharap KPU lebih gencar dan kreatif dalam melaksanakan sosialisasi Pilkada Surabaya 2020. “Tentu KPU harus lebih sering terjun ke lapangan dalam rangka mendongkrak antusiasme warga untuk menggunakan hak pilihnya 9 Desember nanti, dan KPU juga harus punya langkah strategis agar sosialisasi Pilkada Surabaya 2020 dikemas dengan kemasan yang kreatif, karena warga Surabaya suka hal-hal yang kreatif,” imbuh Amiq.

“Disadari atau tidak bahwa sosialisasi Pilkada Surabaya saat ini masih minim. Tentu ini akan menjadi kendala tersendiri, mengingat pandemi di Surabaya yang tidak kunjung selesai. Tentu sedikit banyak akan memengaruhi antusiasme warga Surabaya dalam keikutsertaan dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Jadi, saya berharap KPU segera meningkatkan intensitas sosialisasi ke warga-warga,” tandas Bahrul Amiq. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here