Juarai SAC 2019, Anak Panti Muhammadiyah Bikin Wangi Nama Sekolah

0
445
Foto Maulana Malik Ismail Peraih Juara I dalam kompetisi SAC 20K9 (Foto: Fahad)

KLIKMU.CO – Maulana Malik Ismail berhasil mengukir prestasi. Anak Panti Asuhan Muhammadiyah dan Pesantren KH Mas Mansyur II, Pabean Cantikan, itu sukses menjadi juara pertama dalam kompetisi Sport and Art Competition (SAC 2019) yang diselenggarakan MBA SPARTANS.

MBA SPARTANS merupakan singkatan dari Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains. Lokasinya berada di SMP Muhammadiyah 2 & SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (sekolah satu atap).

Pada pertandingan yang diselenggarakan di Kaza City Mall itu, Maulana Malik Ismail berhasil mengharumkan nama SD Muhammadiyah 13 & Panti Asuhan Muhammadiyah & Pesantren KH Mas Mansyur II. Pasalnya, Ismail adalah termasuk penghuni panti yang memiliki talenta luar biasa. Saat ditanya tentang cita-citanya, dia berharap menjadi seorang ustaz.

Kepala Panti Asuhan & Pesantren KH Mas Mansyur II Fahad menuturkan, kehidupan di jalanan tidak pernah mematahkan semangat Ismail untuk mengantarkannya menjadi juara. Melalui disiplin latihan dengan pelatih Tapak Suci dan banyaknya latihan yang dia ikuti.

Setiap Sabtu di Panti Pesantren KH Mas Mansyur II merupakan jadwal pelajaran Tapak Suci. Di SD Muhammadiyah 13, dia juga latihan Tapak Suci. “Padatnya jadwal pelajaran di Panti Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansyur II tidak mematahkan semangat Idmail untuk berlatih. Bahkan, tiga hari menjelang pertandingan, Ismail minta latihan di malam hari,” ujar Fahad.

Dengan semangat latihan inilah, kata dia, Ismail berhasil menjadi juara pertama.

Seperti kata bijak, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. “Ini menjadi tekad bersama seluruh pengurus di Panti Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansyur II untuk membenahi kegiatan-kegiatan yang ada di panti,” katanya.

Fokus pertama yang dilakukan Fahad adalah membuat jadwal pelajaran ala diniah. Juga bisa dibilang madrasah diniah. Mulai pelajaran bahasa Arab, bahasa Inggris, BTQ, tilawah, calistung, literasi, jemuhammadiyahan, akidah akhlak, dan kajian kitab kuning.

“Itulah kurikulum madrasah diniah yang menjadikan Panti Pesantren KH Mas Mansyur II tempat berlabuh Ismail untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang ustaz,” terangnya. (Fahad/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here