Juni Vaksinasi 5,8 Juta Guru Selesai, Juli Bisa Sekolah Tatap Muka

0
112
Presiden Jokowi meninjau vaksinasi guru di SMAN 70 Jakarta Kamis (24/2/2021). (Foto Kemenag)

KLIKMU.CO – Vaksinasi mulai menyasar tenaga pendidik dan kependidikan Rabu (24/2/2021). Penyuntikan vaksin awal kepada guru dilakukan di SMAN 70 Jakarta.

Total keseluruhan akan ada 5,8 juta guru yang divaksin Covid-19. Sebagai langkah awal, 650 orang dari kawasan Jabodetabek menjalani vaksinasi perdaba. Terdiri atas 50 guru PAUD, 90 guru SD, 70 guru SMP, 111 guru SMA, 50 guru SMK, 25 guru SLB, 50 guru madrasah, 130 dosen perguruan tinggi, 24 tutor, serta 50 perwakilan organisasi profesi guru.

Mulai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Forum Guru Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia, Majelis Nasional Pendidikan Katolik, Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI), Asosiasi Guru Seni Budaya Indonesia (AGSBI), hingga asosiasi profesi guru lainnya.

Juni Targetkan Selesai

Presiden RI Joko Widodo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik tersebut. Jokowi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar dan berharap bisa dilakukan juga di sekolah lain.

“Vaksin semuanya berjalan lancar. Para guru, pendidik, semuanya telah dimulai dan kita harapkan nanti setelah Provinsi DKI Jakarta semua provinsi juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Guru dan tenaga pendidik, lanjut Jokowi, menjadi salah satu prioritas penerima vaksinasi agar nanti di awal semester kedua pendidikan secara tatap muka bisa dilakukan.

“Targetnya pada Juni nanti 5 juta guru, tenaga pendidik, dan kependidikan semuanya insya Allah sudah bisa kita selesaikan sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali,” terang presiden.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim yang ikut mendampingi mengatakan, setelah dilakukan di DKI Jakarta, vaksinasi bagi PTK ini diharapkan bisa diikuti sekolah-sekolah di provinsi lain. Dengan memprioritaskan pemberian vaksin kepada PTK, Mendikbud berharap kegiatan belajar-mengajar tatap muka bisa segera dilakukan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Kesehatan atas komitmen dan prioritasi vaksinasi bagi PTK,” ucap Mendikbud. Nadiem mengungkapkan bahwa esensi pemberian vaksinasi yang diprioritaskan untuk PTK adalah jawaban agar tahun ajaran baru bisa dimulai secara bertahap.

“Kami akan upayakan sebaik mungkin agar target vaksinasi bagi semua PTK selesai sesuai target yang dikoordinasikan Kemenkes dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Kesan Guru

Abdul Latif, perwakilan guru dari SMAN 6, menyatakan antusiasnya sebagai penerima vaksin. “Saya senang dan yakin vaksinasi ini bermanfaat. Ini bagus untuk menekan angka penularan Covid-19 supaya pendidikan dan perekonomian kembali berjalan normal,” katanya.

Senada, Sajid, guru SMKN 43, juga mengatakan dengan vaksinasi, dirinya merasa lebih aman dan nyaman untuk berinteraksi. Terutama dengan peserta didik nanti. “Mari ikuti program pemerintah karena ini adalah langkah terbaik pemerintah untuk PTK dan dunia pendidikan,” ujarnya mantap.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Siti Nadia selaku juru bicara Kemenkes mengingatkan agar para guru memastikan dirinya terdaftar di satuan pendidikan dan tetap menjaga protokol kesehatan meski telah divaksin.

“Kepada seluruh masyarakat, mengingat angka penularan Covid-19 masih tinggi diharapkan semua pihak tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M, meski dirinya sudah mendapat vaksin. Sementara untuk pemerintah daerah diharapkan memastikan data sasaran PTK valid dan segera melakukan vaksinasi bahkan hingga ke daerah terpencil di bawah otoritas,” kata Siti Nadia.

PGRI Apresiasi

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengapresiasi upaya pemerintah untuk menjadikan guru sebagai sasaran awal vaksinasi. Itu langkah strategis untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. ”Dengan ini, kita ingin segera kembali untuk belajar-mengajar secara aman dan nyaman,” ujarnya.

Unifah sepakat dengan Mendikbud bahwa akan KBM tatap muka setelah vaksinasi. Sebab, guru dan siswa sangat rindu untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung di sekolah. ”Meski begitu, nanti di awal kita tidak akan terburu-buru kejar target ini-itu. Yang penting, kembalikan semangat belajar siswa dulu,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here