Jurnalistik Itu Salah Satu Jendela Dunia, Pesan untuk Tim Broadcasting Sekolah Akhlak

0
90
Foto Kayla sedang berlatih berbicara di depan kamera dengan menyampaikan pertanyaan kepada pemateri diambil oleh risalatin

KLIKMU.CO – Sekolah Akhlak terus membenahi diri menjadi sekolah unggul yang mencetak generasi Qurani, cakap, dan berani. Terutama cakap berkomunikasi di hadapan banyak orang.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melibatkan enam peserta didik komunitas broadcasting dalam kegiatan Workshop Teenizen Journalism yang diadakan BBS TV pada Selasa (12/3) di Gedung Wanita Chandra Kirana.

Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa timur Cabang Wilayah Surabaya-Sidoarjo serta Dharma Wanita Persatuan Surabaya, pelatihan diikuti oleh ratusan siswa SMP, SMA, SMK, dan ibu-ibu Dharma Wanita. Pemateri sangat mengedukasi dan memotivasi peserta untuk belajar dunia jurnalistik, terutama menjadi seorang reporter atau presenter.

“Kegiatan ini berjalan sudah tiga tahun dan setiap tahunnya jumlah peserta selalu meningkat. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini bernilai positif dan diminati anak-anak yang ingin belajar menjadi jurnalis,” ucap Adi Prasetyo, ketua pelaksana yang juga menjabat produser bidang Teenizen Journalism di BBS TV.

Materi yang diberikan meliputi cara membuat berita yang baik, menjadi reporter atau presenter, diskusi, hingga praktik secara langsung berbicara dengan sorotan kamera.

Kayla Anisa, salah satu siswa sekolah Akhlaq yang menjadi peserta workshop, mendapatkan kesempatan untuk merasakan sensasi berbicara di depan banyak orang dengan sorotan kamera. Dia menuturkan, ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga karena sebelumnya masih takut dan malu ketika dihadapkan dengan audiens.

Tidak hanya belajar cara berbicara di depan umum, mereka juga diajari menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima informasi. Mengingat, maraknya hoax yang beredar luas di masyarakat dapat memprovokasi satu sama lain.

“Saya senang dapat mengikuti workshop ini karena saya jadi lebih tahu mengenai ilmu jurnalistik. Ditambah lagi, saya jadi bisa mengerti bagaimana membedakan berita itu hoax apa tidak. Karena selama ini saya selalu percaya dengan apa yang diberitakan di media,” tutur Rimba, peserta workshop dari Sekolah Akhlak.

Setelah workshop, kegiatan berlanjut dengan lomba bagi para peserta untuk membuat liputan berupa video singkat dengan tema yang telah ditentukan. Harapannya, peserta belajar secara langsung mengaplikasikan materi yang telah disampaikan dengan menjadi seorang reporter, editor, dan kamerawan.

Di samping itu, para siswa diharapkan punya wawasan luas. “Karena dunia jurnalistik salah satu jendela dunia,” jelas Kepala Pemberitaan BBSTV Edy selaku pemateri dalam menutup sesi.(Risalatin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here