Kader Muhammadiyah Kalau Berjuang Jangan Jadi Kuthuk, Maksudnya?

0
277
Tegas: H.M.Arif an (pegang mic) blak blak bicara model dakwah zaman now.(foto: Habibie)

KLIKMU.CO-Sore ini saya wajib datang di Pelatihan Muballigh Muda Muhammadiyah, Karena Muhammadiyah 10-20 tahun kedepan itu tergantung para kader hari ini yang mengikuti Pelatihan Dai Muda Muhammadiyah.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H.M. Arif An, SH. dalam kegiatan Pelatihan Muballigh Muda Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Surabaya di Hotel New Start Jl Raya Trawas Dusun Slepi Desa Ketapen Rame Trawas Mojokerto. Sabtu (28/4).

Arif An, melanjutkan, “Kira-kira siap tidak bermuhammadiyah,” tanya Arif An. “Siaap,” jawab peserta dengan keras dan semangat. “Kalau Dai Muda Muhammadiyah tidak menjadi petarung maka Muhammadiyah kedepan akan menjadi “kuthuk,” tahu kuthuk ya? kuthuk itu mengkeret.” paparnya

Menurut Ketua Karang Taruna Kota Surabaya itu, bahwa Sekarang ini surabaya sudah darurat miras. “Saya sangat sedih, miras lagi viral sekarang. Maka saya minta kalian menjadi tulang punggung gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Saya adalah orang pertama yang menyatakan “Surabaya Darurat Miras,” “Takbir,” kata Arif An. “Allahu Akbar,” Jawab peserta serempak. “Lawan itu jangan takut.” pintanya.

Pak Sekjen, sapaan akrabnya, menyampaikan kalau ada yang melakukan oplosan didaerah kamu, kemudian ada orang yang menggiring untuk melakukan upaya agar anak-anak muda diberi segelas air dan roti, pertama gratis, kemudian lama-lama suruh bayar. “teman-teman karang taruna, ada anshor, ada yang dari PDIP Perjuangan, ada yang dari Nasdem. Saya minta mereka menjadi pengawal dikampungnya, bila ada yang melakukan minum-minuman keras laporkan kekarang taruna.

“Inilah dakwah Nahi Mungkar. Efeknya apa?. Saya ditelpon sama bandar, saya ngomong gini, “Pak, sampean tidak perlu ngancam-ngancam saya, “Saya temba’en ae (ditembak saja,red)” Kata Pak Sekjen dengan bahasa khas suroboyoan. “Wong saya nutup bangunsari lokalisasi diancam mati, ya tidak mati-mati,” ucapnya.

Masih kata Pak Sekjen, Karang Taruna di kumpulkan di setiap Kecamatan. “Kalau kalian tidak berani melakukan ini-miras (red) Surabaya kedepan akan hancur, karena yang dirusak betul-betul Anak Muda.” tegas Pak Sekjen. (Habibie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here