Kajian Kebon Jambu, Upaya Lahirkan Aktivis Taktis dan Strategis

0
297
Kajian: Forum non formal yang digagas M.Abduh ( Baju Putih) mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur diharapkan melahirkan kader otentik dan dinamis.( Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Kajian Kebon Jambu (KKJ) yang baru dilaunching di kediaman M. Khoirul Abduh, M.Si. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur (2010-2014) merupakan pengejawantahan dari usaha dakwah kultural yang dilakukan kelompok lintas generasi, organisasi, dan latar belakang berbagai disiplin ilmu. Kini yang diperlukan adalah pelaksaan di lapangan yang sesungguhnya, tidak berada di ruang kosong.

Kajian perdana sekaligus launching itu berlangsung Selasa (12/6) malam yang dihadiri lebih dari 50 anak muda yang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jatim.

“Sebenarnya inilah wadah yang kami tunggu,” aku Wiwis pemuda asal Lamongan yang menilai penting adanya dakwah lintas generasi sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran kehidupannya.

Mas Abduh, begitu sapaan akrab M. Khoirul Abduh, mengatakan wadah semacam itu tidak lain sebagai penguatan kajian analisis anak-anak muda dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Seperti, sosial, politik, budaya, dan keagamaan.

Dengan demikian, lanjut Mas Abduh, hal itu sebagai proses pematangan anak-anak muda baik dari kemapanan ilmu dan jejaring.

“Pencapaian kader idealitas, inilah yang kita kehendaki bersama. Karena itu, KKJ terus berproses membangun kesadaran para pemuda untuk berekspresi dan beraktualisasi diri,” ungkapnya di sela buka puasa bersama.

Bagi Abduh, KKJ yang didirikan bersama para pemuda merupakan sebuah wadah penguatan ideologi keagamaan Islam. Meski, sifatnya tidak formal seperti perkaderan pada umumnya. Kendati demikian, kata Abduh, tidak mengurangi subtansi.

“Insyallah kajian ini akan ajeg kami selenggarakan setiap dua bulan sekali dan akan menghadirkan para pakar di bidangnya,” tukas pria yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jombang ini.

Dia mengajak para pemuda menguatkan basis keilmuannya, seraya terus belajar, berproses dan saling ber-fastabiqul khairat.

Menurutnya, dakwah kultural atau dakwah komunitas adalah dakwah yang menekankan perlunya pergulatan dan pergumulan langsung dengan persoalan-persolan konkret.

Dakwah model ini, lanjut Abduh, bersifat historis-praktis, open-ended,  dan membutuhkan dedikasi (dalam kacamata Alquran disebut keikhlasan) yang prima.

Dalam kajian kali perdana itu, hadir sebagai pemateri, Sholikhul Huda, M.Fil.I. Dosen UMSurabaya yang memaparkan konversi ideologi di tubuh Muhammadiyah.

“Ini merupakan hasil penelitian ilmiah yang kami temukan di Lamongan pesisir tahun 2010 saat kami meneliti ada gejala semacam ini,” papar kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here