Kajian KPK: Pemuda Pilih Berbuat atau Berobat?

0
98
Kajian KPK oleh Pemuda Muhammadiyah Wonokromo. (Salman/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – PCPM Wonokromo Surabaya bersama Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah menggelar Kajian yang rutin yang diberi nama KPK “Kajian Politik Kebangsaan”. Kajian KPK kali ini bersamaan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Pemuda Berbuat atau Berobat” di Masjid Syuhada Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya, Jumat (2/9/2020).

Kegiatan kajian dilaksanakan sebagai momen bahwa pemuda harus terut berbuat sebagai agen perubahan. Semangat baru para Pemuda Muhammadiyah Wonokromo yang baru saja melaksanakan musyawarah cabang langsung bersinergi dengan Majelis Kader untuk memperkuat para pemuda sebagai agen perubahan dan wadah perkaderan yang representatif.

“Alhamdulillah, kajian perdana PCPM Wonokromo berjalan lancar. Sekitar 10 anak muda kader yang berkecimpung di Amal Usaha Muhammadiyah dan dihadiri pula dari PCPM Wonocolo dan Ngagel,” tutur Cak Agus Affandi, Ketua PCPM Wonokromo.

Cak Agus menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat sinergi dengan Majelis Kader PCM Wonokromo yang kebetulan juga aktivis Pemuda Muhammadiyah.

“Selain sebagai semangat baru, membentuk susunan baru, juga meneguhkan perkaderan Muhamamdiyah di Wonokromo. Kajian KPK ini akan kami laksanakan setiap bulan dari masjid ke masjid di lingkungan PCM Wonokromo,” ujarnya.

Cak Agus, panggilan akrabnya, menjelaskan, isi kajian kali ini diisi oleh dirinya sendiri selaku Ketua PCPM Wonokromo dan Salman Alfarisi selaku Sekretaris Majelis Kader.

“Meneguhkan semangat pemuda sebagai agen perubahan dan perkaderan Muhammdiyah. Pemuda penentu masa depan, pemuda adalah bayangan masa depan, bayangan mengikuti benda itu sendiri. Kondisi pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat kita, apalagi momentumnya bertepatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila,” lanjutnya.

Acara tersebut bersamaan pula dengan gerakan “Back to Masjid” gerakan kembali ke masjid sebagai tempat untuk melaksanakan aktitifas keagaaman dan kepemudaan untuk perubahan yang lebih baik meskipun pandemi covid 19 masih tidak menentu.

“Alhamdulillah kita tetap semangat mengumpulkan anak-anak muda kader Muhammadiyah di tengah pandemi di Kota Surabaya yang masih tinggi. Kita harus terus berbuat untuk memastikan perkaderan berjalan dan stok kader terus bertambah. Tentu kita harus memperhatikan dan memastikan kualitas dan kuantitas kader Muhammadiyah, di mana selain profesional kader, juga harus loyalitas terhadap persyarikatan,” ujar Salman Alfarisi BMR SHI, sekretaris Majelis Kader PCM Wonokromo.

Melalui KPK “Kajian Politik Kebangsaan” yang rutin dilaksanakan dengan menempatkan masjid sebagai basis dan pemuda sebagai subjek dan objek, pihaknya berharap mereka mampu menjadi kader yang bisa membawa perubahan terhadap peradaban bangsa. Membahas hal-hal yang ringan tetap menghasilkan pemikiran perubahan yang riil.

“Mari berdoa semoga ujian pandemi Covid-19 segera diambil oleh Allah SWT sehingga kita bisa beraktivitas normal kembali,” tutupnya. (Salman/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here