Kajian Kristologi #9: Tentang Penyaliban Yesus

0
529
Ilustrasi diambil dari liputan6.com

KLIKMU.CO

Oleh K.H. Abdullah Wasi’an*)

Agama Kristen mengakui bahwa Yesus telah disalibkan, dibunuh, dan dikuburkan di dekat bandar Jerusalem dalam usia 33 tahun. Kebenaran sejarah penyaliban Yesus itu merupakan doktrin yang penting dalam Agama Kristen. Tanpa kejadian penyaliban itu, kebangkitan Kristus tidak relevan lagi, dan tanpa kebangkitan Kristus, agama Kristen ridak bermakna lagi. Ini disebutkan dalam Korintus 15:14 “Jika Kristus tidak dibangkitkan dari kematian, maka berita yang kami kabarkan dan kepercayaan kamu kepada Kristus sia-sia belaka.”

Orang Kristen percaya akan kejadian penyaliban, dan menganggap bahwa kejadian ini amat penting dari aspek teologi dengan membolehkan penebusan dosa bagi semua yang percaya akan kejadian tersebur.

Sebagai seorang Muslim kita tidak boleh mempercayainya, sebab Allah dalam Al-Qur’an (Surah 4:157-158) dengan tegas mengatakan bahwa yang disalib bukan Yesus melainkan orang yang diserupakan dengannya: “Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul-Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan lsa, sebenarnya mereka dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa. Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya, dan adalah Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Dari Bibel juga kita ketahui bahwa diantara para murid-murid Isa Al-Masih putra Maryam alias Yaohushua The Mashiah ada seorang yang telah melakukan tindakan makar berupa pengkhianatan kepada sang nabi dengan jalan menyerahkan gurunya tersebut kepada pihak Yahudi yang dibantu oleh tentara Romawi, nama pengkhianat ini adalah Yahudza Iskharyuti atau lebih dikenal dengan nama Yudas Iskariot.

Dalam salah satu sabdanya Isa Al-Masih menyesali kelahiran muridnya yang khianat itu. “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya anak manusia itu dikhianati. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Matius 26:24)

Yesus sendiri orang yang tidak rela dan tidak suka disalib. Karenanya, ketika tentara Romawi sudah hampir sampai di persembunyiannya, Yesus menyimpan rasa khawatir yang tinggi. Dalam diamnya, Yesus bersujud, menghadapkan dirinya keharibaan Allah, menyerahkan dirinya lahir batin kepada Allah yang Maha Kuasa. Lalu ia berdoa: “Ya Allah, jika saja Engkau berkenan untuk mengangkat beban ini dari diriku; namun bukanlah kehendakku itu yang harus terjadi melainkan kehendak Engkaulah saja yang terjadi.” (Lukas 22:42).

K.H. Abdullah Wasi’an Kristolog jago dialog dan penulis beberapa buku Kristologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here