Kapolri Sigit Dilantik, Ini Harapan Pemuda Muhammadiyah

0
105
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto. (Detik)

KLIKMU.CO – Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Jokowi Rabu (27/1/2021). Banyak yang menanti kinerja besar Kapolri yang baru itu. Di antaranya, menyolidkan internal dan memperkuat sinergi dengan TNI.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto pun menunggu kerja-kerja besar Jenderal Sigit. Yakni, membenahi institusi Polri lewat konsep Presisi (prediktif-responsibilitas-transparansi berkeadilan).

“Sebagai Kapolri yang membawa gagasan program transformasi Polri prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (Presisi) tentu Pemuda Muhammadiyah berharap Jenderal Sigit dapat menjalankan fungsi penegakan hukum yang responsif terhadap isu gangguan keamanan, pola kejahatan yang makin kompleks, serta menitikberatkan pada partisipasi masyarakat,” ujar Sunanto melalui keterangan tertulis, Rabu (27/1/2021).

Cak Nanto menambahkan, Pemuda Muhammadiyah menunggu kerja besar Jenderal Sigit dalam membangun institusi Polri yang sebelumnya menggunakan paradigma pemolisian berbasis masalah (problem oriented policing) menjadi pemolisian prediktif (predictive policing).

Soal pengaktifan kembali Pam Swakarsa, Cak Nanto juga meminta hati-hati. Ia pun mendesak Jenderal Sigit berhati-hati dan sedapat mungkin memberikan penjelasan kepada publik soal rencana pengaktifan kembali Pam Swakarsa itu. Sebab, seluruh masyarakat Indonesia hingga saat ini masih trauma dengan istilah Pam Swakarsa yang saat Orde Baru menjadi alat politik rezim dalam membungkam kebebasan sipil.

“Saya menyarankan Kapolri baru untuk lebih masif melakukan komunikasi ke elemen-elemnen negara seperti pemimpin agama, tokoh bangsa, dan tokoh masyarakat. Tujuannya, menyerap segala kegelisahan terkait dengan penegakan hukum dan menjelaskan secara gambang berbagai agenda kerja penegakan hukum,” ujarnya.

Menurut Cak Nanto, berbagai keraguan, kesalahpahaman, dan ketidaktahuan masyarakat akan insitusi Polri sebagai penegak hukum harus segera diselesaikan. Dengan demikian, visi besar model polisi prediktif sebagaimana termaktub dalam gagasan Polisi Presisi benar-benar terejawantahkan secara praktis dan menyentuh seluruh rakyat.

“Penegakan hukum tanpa pandang bulu. Tak hanya tajam ke bawah, namun juga ke atas,” ungkap dia. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here