Kartini, Substansi dari Minad Dhulumaati Ila Nuur

0
160
Ilustrasi RA Kartini (Istimewa)

Oleh Kiai Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Hanya secarik kertas bersurat, tapi membebaskan. Itulah dahsyatnya sebuah tulisan. Mengembara di alam pikiran menjadi ide yang menggerakkan.

Benarkah nasib pemikir selalu tak baikMuhammad SAW diusir dari Makkah ke Yastrib. Socrates dipaksa minum racun. Al Hallaj disalib dan dibakar. Syekh Siti Djenar dipancung, Kiai Dahlan diusir, langgarnya dirobohkan. Tapi, siapa bisa pancung pikiran, ide, atau gagasan?

”Apa yang kaudapati saat kau belajar huruf-huruf Belanda? Tanya Ngasirah kepada putri tercintanya. “Kebebasan,” jawab Kartini lugas. Kemudian, Ngasirah melanjutkan pertanyaannya: “Apa yang tidak kaudapati dari huruf-huruf Belanda itu?” Kartini terdiam lama hingga Ngasirah menjawab sendiri pertanyaannya, “Bakti”.

Ternyata kebebasan tak bisa disandingkan dengan kebaktian. Kebebasan menagih ego, bakti menjamin kebersamaan. Kebebasan adalah soal inteligensia, bakti adalah hati nurani. Kebebasan adalah soal kepuasan materi, sedangkan bakti adalah tentang spiritualitas.

Dua sisi berlawanan yang mustahil berjalan seiring. Akal sehat menawarkan kebebasan, akal, materi ego dan kebanggaan, sedangkan bakti adalah soal kebatinan, nurani, spiritualitas, dan kerendahan hati.

RA Kartini adalah tokoh pembebas pada zamannya. Orang yang selalu gelisah dengan kemapanan dan aturan baku yang mengikat. Kartini adalah simbol “kejenuhan dan kebosanan” pada kondisi di mana masyarakat terjebak pada aturan dan norma yang mereka buat sendiri. Mereka menjadi menderita dan jumud karena ulah mereka sendiri.

Jadi, Kartini bukan hanya soal baju kebaya dan konde besar, juga bukan berjalan jongkok di depan para bangsawan. Atau sekadar upacara setiap tanggal 21 April di kantor-kantor penguasa.

Kartini adalah soal gerakan pengembaraan pemikiran dan intelektual yang melahirkan kebebasan dan bekti sekaligus. Keberhasilan gerakan emansipasi perempuan adalah jika berhasil menyandingkan keduanya (kebebasan dan bekti) dalam satu pribadi perempuan Indonesia. Kartini… itulah substansi dari minad dhulumaati ila nuur, dari kegelapan menuju cahaya terang.

Nurbani Yusuf

@nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here